Kontroversi Tablighi Jamaat, Dituding Sumber Penyerabaran Virus COVID-19 di India

Trending Now! Dipublikasikan 09.30, 03/04

Tagar #TablighiJamaat sedang banyak digunakan oleh warganet di India. Tren tersebut ditimbulkan setelah laporan dari beberapa media lokal menyatakan bahwa acara yang digelar oleh Tablighi Jamaat di Ibu Kota New Delhi pada awal Maret lalu telah menyebarkan virus korona baru COVID-19 di India. Beberapa WNI juga dikabarkan mengikuti acara itu.

Acara yang dikabarkan melibatkan sekitar 13.700 orang itu digelar sejak 3 Maret lalu dan berlangsung hingga beberapa pekan. Namun semenjak 13 Maret, pemerintah telah melarang pertemuan yang melibatkan lebih dari 300 orang, sehingga tidak diketahui bagaimana acara tetap bisa berlanjut. 

Lantas pada 24 Maret, pemerintah India menerapkan lockdown. Akibatnya ribuan pengikut Tablighi Jamaat yang datang dari berbagai negara terjebak tidak bisa pulang. 

Kini, Sedikitnya 380 orang yang hadir pada acara tersebut kini telah terinfeksi virus korona. Pemerintah pun tengah melacak keberadaan seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa sekitar 700 warga negara Indonesia hadir pada acara tersebut. Sebanyak 14 jemaah Tablighi asal Indonesia telah terinfeksi COVID-19 dengan 10 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 4 lainnya masih dirawat dalam kondisi stabil.

#Covid19 in India: Nearly 65% of 544 new all-India cases linked to #TablighiJamaat’s event in city
Delhi led the tally on Thursday with 129 of the total 141 confirmed cases being linked to the Tablighi meet.https://t.co/MjjWl0ltf8 pic.twitter.com/K6n0ljbR3W

— The Times of India (@timesofindia) April 3, 2020

Kemarin, @timesofindia melaporkan bahwa sebanyak 65% dari 544 kasus baru COVID-19 di India terhubung pada acara Tablighi Jamaat tersebut.

Tablighi Jamaat merupakan sebuah organisasi yang didirikan pada 1926 oleh seorang pengajar Islam terkenal, Muhammad Ilyas Kandhlawi. Tujuannya adalah untuk mengajak umat Islam kembali mempraktikkan agama mereka seperti yang dilakukan selama masa hidup nabi Islam Muhammad, khususnya dalam hal ritual, berpakaian serta berperilaku.

Tablighi Jamaat kini telah menjadi gerakan yang dikenal secara internasional, memiliki pengikut di lebih dari 80 negara, termasuk di Indonesia, Malaysia, dan AS. Di setiap negara, Jamaat memiliki markas tersendiri, namun pusatnya adalah di Delhi, India, yang disebut Markaz. 

Markaz berlokasi di sebuah gedung bertingkat di Nizamuddin, sebuah kawasan pemukiman Muslim di Delhi. Markaz terdiri dari masjid dan asrama yang dapat menampung sekitar lima ribu orang. Kini tempat itu telah ditutup oleh pemerintah India dengan alasan mencegah penyebaran COVID-19.

Tablighi Jamaat juga menyelenggarakan acara-acara besar di luar negeri. Pada 28 Februari hingga 1 Maret kemarin, diadakan Tabligh Akbar di Masjid Sri Petaling Kuala Lumpur. Acara tersebut juga disorot lantaran menyebabkan ribuan orang yang ikut hadir terinfeksi COVID-19. Hingga Senin (30/3) kemarin, sedikitnya 1.290 orang yang hadir pada acara Tabligh Akbar itu telah dites positif terpapar virus korona. Jumlah itu meliputi 49% dari total kasus korona yang ada di Malaysia.

Di Indonesia, pada 19 Maret lalu acara Ijtima se-Asia direncanakan untuk digelar oleh pihak yang juga mengadakan acara Tabligh Akbar di Malaysia. Namun acara tersebut dibatalkan pada H-1 sebelum dilaksanakan. Meski begitu, acara tersebut sempat membuat keresahan lantaran sedikitnya 8 ribu orang, termasuk lebih dari 400 warga negara asing, telah terlanjur berkumpul untuk mengikuti acara tersebut.