Konten Prank Hancurkan Selera Penonton di YouTube?

Opini Stories Dipublikasikan 06.30, 11/11/2019 • Irvan

"YouTube lebih dari TV. TV lebih dari YouTube kalau youtuber ada di TV." Itulah sebait lirik lagu Young Lex berjudul "Lah Bodo Amat ft Sexy Goath & Italiani" yang sempat mengundang kontroversi. Kalau tidak salah sekarang videonya sudah di take out dari akun YouTube-nya Young Lex.

Ngobrolin soal YouTube, kita semua tahu kalau platform video ini memang lebih dari sekedar televisi. YouTube terkenal deh pokoknya. Dan dari sini pula banyak content creator keren lahir. Setuju gak?

Fenomena ini membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang content creator di YouTube dan mencari penggemarnya sendiri. Tapi, gak jarang konten yang dibuat malah membodohkan diri sendiri atau juga membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Prank merupakan salah satu konten yang menarik dan sangat di tunggu-tunggu oleh para subscriber YouTube.

Ada yang bilang, bahkan kalangan youtuber yang mungkin bisa dibilang lebih dulu membuat konten video di platform tersebut, kalau saat ini semua konten di YouTube itu sampah.

Salah satunya datang dari Reza Arap. Mantan youtuber ini saat berbincang di sebuah channel podcast milik Deddy Corbuzier menjelaskan soal perubahan konten di YouTube.

Menurutnya, mulai dari judul dan konten sudah berubah semuanya. Bahkan yang patut disalahkan adalah penontonnya karena nyaman dengan konten begitu.

Tidak hanya itu saja, para content creator juga seharusnya bisa lebih mengedukasi penontonnya dengan cara membuat konten-konten yang lebih bagus ketimbang hanya sebuah prank dan konten social experiment.

"Yang dihasilkan jebolan dulu sekarang apa coba? Dulu kita build crowd sendiri dan lebih segmented terus ke personality. Dulu formulanya kalau mau seru danfun, Q&A dan kuncinya di editing-nya bukan di judulnya kayak sekarang," jelas Reza Arap.

Tapi fakta di lapangan gak bisa dipungkiri kalau konten prank ini gampang banget viralnya. Gak heran kalau banyak content creator atau youtuber sekarang ini yang lebih memilih konten yang sudah jelas disukai pasar daripada membuat sesuatu yang spekulatif.

Seperti yang dilakukan anak Uya Kuya yang membuat konten social experiment berjudul "Nyamar Jadi Gembel beli iPhone 11,60 juta cash!!!" Konten ini berhasil ditonton sebanyak 25 juta kali dalam waktu yang sangat cepat.

Reza Arap beranggapan, jika ingin mendapatkan views banyak di eranya harus membuat YouTube Rewind, sedangkan sekarang terlihat lebih mudah.

Saya sendiri meski bukan seorang youtuber juga merasakan perubahan selera penonton di YouTube. Kebanyakan konten yang dibuat oleh content creator adalah prank dan social experiment.

Bahkan jika dilihat dari komentar-komentarnya, banyak sekali netizen yang merindukan kehadiran youtuber-youtuber era dulu yang membuat konten lebih bermutu.

Konten prank banyak muncul karena disukai. Algoritma YouTube pun menjadi berubah sehingga konten yang disukai membanjiri platform tersebut. Isinya prank semua.

Deddy Corbuzier pun menjelaskan jika cikal bakal konten prank ini yang lebih tepatnya mungkin social experiment semakin marak berawal dari Baim Wong. Kala itu, Baim Wong mencoba berpura-pura menjadi orang gila dan gembel.

Gak tanggung-tanggung, bahkan suami Paula tersebut rela merogoh kocek cukup dalam demi tampil maksimal dan tidak dikenali oleh orang.

Bicara soal konten prank, pria berkebangsaan Prancis bernama Remi Gaillard sepertinya sudah memulai konten usil itu lebih dulu. Dirinya sudah mulai merekan keusilannya di tahun 1999 dan membuat situs pribadinya pada tahun 2001 di www.nimportequi.com. Di tahun 2007 dia pun mulai mengunggah konten jahilnya di chanel YouTube.

Dirinya dikenal akan kejahilannya yang sangat out of the box. Dirinya pernah menjahili polisi, memparodikan film seperti "Pirates of Carribean" dan "Saving Private Ryan".

Bahkan dia pernah berhasil menyusup ke sebuah pertandingan kompetisi sepak bola Prancis sampai dirinya berhasil mengangkat piala dan diwawancari oleh televisi.

Konten prank mulai meresahkan

Beberapa waktu lalu pernah ada sebuah berita yang menjelaskan jika ada seorang warga bernama Irmha Utami Putrie. Waktu itu dia melihat orang gila dekat rumahnya. Karena dianggap itu adalah penyamaran Baim Wong, dia pun mempersilahkan orang gila tersebut ke rumahnya dan disuguhi beberapa hidangan. Ternyata, dia bukanlah Baim Wong melainkan memang orang gila sungguhan.

Sementara itu beberapa waktu lalu polisi juga pernah mengamankan seorang remaja di Depok, Jawa Barat yang sedang menyamar menjadi tuyul ketika akan membuat sebuah konten prank. Dia berencana membuat sebuah konten untuk menakut-nakuti orang.

Polisi pun mengingatkan para youtuber agar tidak melakukan segala cara hanya demi konten. Terlebih, jika konten yang akan dibuat bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Meski begitu, pelaku prank tidak bisa dijerat pasal.

"Gak ada (pasal yang dilanggar). Terkecuali kalau ada yang melaporkannya sampai mengalami kerugian," jelas Paur Humas Polresta Depok Iptu Made Budi kepada Detik.com.

Andhika Kangen Band

Lucunya lagi, mantan vokalis Kangen Band yaitu Andika yang dijuluki "babang tamvan" justru ditangkap Satpol PP. Dia ditangkap saat sedang melakukan penyamaran menjadi seorang gembel di daerah Semarang. 

Artikel Asli