Konsumsi Kalori di Pagi Hari, Jantung Wanita Jadi Lebih Sehat

Liputan6.com Diupdate 01.03, 17/11/2019 • Dipublikasikan 01.03, 17/11/2019 • Liputanenam
Kulit sehat
Ilustrasi kulit sehat karena makanan (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Setiap orang tentunya ingin melindungi seluruh organ dalam tubuhnya dengan baik, salah satunya jantung. Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa untuk memiliki jantung yang sehat, wanita sebaiknya mengonsumsi kalori di pagi hari.

Penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association's Scientific Sessions 2019 ini mengungkapkan, penyebab risiko penyakit jantung adalah konsumsi kalori yang dilakukan setelah pukul 6 sore. Bahkan menjadi lebih parah lagi apabila dikonsumsi setelah pukul 8 malam.

"Ketika perempuan dan laki-laki memakan makanan berat yang mengandung banyak kalori di malam hari, mereka melawan jam biologisnya," ucap seorang peneliti di Columbia University Irving Medical Center, Nour Makarem seperti dikutip Today.

Makarem menjelaskan, ia dan para peneliti lainnya melihat bahwa siklus terang dan gelap dalam kurun waktu 24 jam menandakan manusia harusnya makan dan aktif di siang hari. Malam hari seharusnya digunakan untuk beristirahat.

"Tetapi, seringkali jadwal kerja dan hal lainnya menuntut seseorang untuk tidak melakukannya dengan benar dan makan pada waktu yang tidak tepat," jelas Makarem.

 

Kondisi metabolisme lebih baik di siang hari

Ketika Anda memutuskan untuk makan pada malam hari, metabolisme tubuh sedang tidak sebaik pada siang hari. Sementara, jam di otak mengendalikan banyak fungsi seperti sistem pencernaan yang memiliki jam mereka sendiri.

"Ketika jam di organ menjadi tidak selaras dengan jam utama di otak, itu bisa menyebabkan disfungsi metabolisme, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung," ucap Makarem.

Bahkan, penelitian lain menunjukkan bahwa toleransi glukosa lebih baik di siang hari daripada malam hari. Menurut pedoman umum, wanita dewasa membutuhkan 1.600 hingga 2.400 kalori per hari. Sedangkan pria, membutuhkan 2.000 hingga 3.000 kalori per hari.

Risiko penyakit jantung pada wanita

Terkait dengan jumlah kalori yang dibutuhkan berbeda, peneliti mengeksplorasi dengan membuat perbedaan mengenai risiko penyakit jantung pada 112 wanita yang rata-rata berusia 33 tahun.

Para wanita diminta untuk mengungkapkan kondisi kesehatan mereka seperti aktivitas fisik, kolestrol, tekanan darah, dan kebiasaan merokok. Mereka juga diminta untuk membuat catatan harian mengenai makanan apa saja yang dikonsumsi selama satu minggu.

Hasil menunjukkan, wanita yang mengonsumsi makanan setelah pukul 6 malam dengan porsi kalori harian yang lebih tinggi memiliki kesehatan jantung yang lebih buruk. Tak hanya itu, mereka juga bisa memiliki tekanan darah dan kadar gula darah yang tinggi.

"Hal baiknya adalah perilaku yang relatif sederhana ini bisa diubah untuk menurunkan risiko peningkatan penyakit jantung. Pengaturan waktu makan menjadi begitu penting," ucap Makarem.

Penyakit jantung bisa dicegah

Direktur Women's Cardiovascular Health and Wellness and Prevention, New York, Dr. Suzanne Steinbaum mengungkapkan, makanan hanyalah bahan bakar. Artinya, manusia makan hanya untuk menopang tubuhnya.

"Jika kita makan setelah jam 6, kita tidak makan untuk menopang diri kita sendiri. Kita hanya akan segera tidur. Jadi penyakit jantung bisa dicegah dengan mengubah pola hidup yakni dengan pengaturan jam makan yang lebih tepat ," ucap Suzanne. 

 

Penulis: Diviya Agatha

Artikel Asli