Konglomerat Asal Qatar Siap Beli Saham AC Milan

Bola.com Diupdate 16.30, 16/10/2019 • Dipublikasikan 16.30, 16/10/2019 • Hesti Puji Lestari
Striker AC Milan, Krzysztof Piatek, memperhatikan rekannya saat melawan Empoli pada laga Serie A. (AFP/Marco Bertorello)
Pemain AC Milan, Krzyszstof Piatek. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Seorang konglomerat asal Qatar bernama Sheik Amad Bin Ali Al Thani dikabarkan siap membeli saham klub Serie A, AC Milan. Kabar tersebut kali pertama diberitakan oleh seorang jurnalis Italia, Maurizio Pistocchi.

Dalam unggahannya, Pistocchi menulis Sheik Ahmad pernah mengatakan kalau dirinya berniat mengambil alih klub Italia yang memiliki warna dominan merah. Sejauh ini, spekulasi merujuk pada AC Milan.

"Sheik Amad Bin Alì Al Thani, anggota dari Qatar Investment mengatakan: "Saya harap segera membeli klub Italia: Saya suka mereka dengan jersey merah," bunyi postingan Pistocchi.

Kabar itu disebut membawa angin segar bagi pencinta AC Milan di seluruh dunia. Pasalnya, di bawah kepemimpinan sekarang, yakni Elliott Management, AC Milan disebut melempem.

Rossoneri terseok di peringkat ke-13 pada klasemen sementara Serie A dengan raihan sembilan poin. Kondisi ini tak lepas dari peran pemilik klub.

Elliott Manangement disebut hanya setengah hati mengelola AC Milan. Sekadar informasi, sebelum pindah ke perusahaan asal Amerika itu, AC Milan sebenarnya milik pengusaha asal China bernama Yonghong Li.

Sayang, Yonghong Li tidak bisa membayar pinjaman pada Elliott Management. Imbasnya, ia menyerahkan saham AC Milan pada perusahaan tersebut.

 

💣Clamoroso @MastriversusU : Sheik Amad Bin Alì Al Thani, membro del Qatar Investment Found proprietario dell’Al-Rayyan Sc “Spero molto presto di acquistare un club italiano: mi piacciono con la maglia rossa”Nella foto l’Al-Rayyan Sc pic.twitter.com/X5Y4OMJXGg

— Maurizio Pistocchi (@pisto_gol) October 14, 2019

98% AC Milan

Pemain AC Milan, Krzysztof Piatek. (AFP/Miguel Medina)

Belum jelas klub mana yang disinggung Sheik Ahmad tersebut. Namun sejumlah pengamat menilai bahwa 98% maksud konglomerat asal Qatar itu adalah AC Milan.

Apa pun yang akan terjadi, masa depan AC Milan memang harus diselamatkan. Performa AC Milan belakangan ini begitu tidak meyakinkan.

Terperosoknya AC Milan bahkan membuat mantan presiden Rossoneri, Silvio Berlusconi, ikut berkomentar. Berlusconi menganggap AC Milan hanya bisa berjaya di bawah kepemimpinannya.

Sumber: Sempre Milan

Artikel Asli