Kompletnya Virgil van Dijk di Mata Lionel Messi

kumparan Dipublikasikan 13.35, 17/10/2019 • Yoga Cholandha
Virgil van Dijk dan Leo Messi di Liga Champions 2018/19. Foto: AFP/Jose Jordan

Virgil van Dijk kerap disebut sebagai bek tengah terbaik di dunia. Lantas, sebenarnya apa, sih, yang membuat pemain Belanda itu layak dilabeli demikian? Lionel Messi, yang menghadapi Van Dijk musim lalu di Liga Champions, punya jawabannya.

Liverpool dan Barcelona bertemu pada babak semifinal Liga Champions musim lalu. Pada leg pertama Barcelona sebenarnya berhasil menang telak 3-0. Akan tetapi, di leg kedua mereka dipaksa menyerah 0-4. Pada pertandingan di Anfield, Messi dibuat tak berkutik oleh Van Dijk.

Di akhir cerita Liverpool akhirnya mampu merebut trofi juara usai menundukkan Tottenham Hotspur. Gelar itu, ditambah keberhasilan membawa Liverpool meraih 97 angka di Premier League, membuat Van Dijk dinominasikan untuk menjadi pesepak bola terbaik dunia versi FIFA.

Virgil van Dijk jelang pertandingan Belanda vs Irlandia Utara. Foto: Reuters/Andrew Boyers

Van Dijk sendiri gagal mendapatkan penghargaan itu karena kalah dari Messi yang mendapat suara lebih banyak. Namun, eks bek Celtic itu masih punya kans mengalahkan Messi dalam penghargaan Ballon d'Or yang diselenggarakan majalah France Football.

Jelang penganugerahan Ballon d'Or itu Messi buka suara soal Van Dijk. Oleh Messi, Van Dijk dinilai sebagai pemain belakang yang komplet. "Dia adalah bek yang sangat pandai menentukan timing. Dia tahu persis kapan harus merebut bola dari kaki lawan," kata Messi kepada Marca.

"Dia sangat cepat dan bertubuh besar tetapi untuk pemain seukurannya dia begitu tangkas. Langkah kakinya lebar dan dia pun mampu membantu serangan karena piawai dalam mencetak gol," tambah La Pulga.

Lionel Messi tak berkutik di leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19. Foto: REUTERS/Phil Noble

Van Dijk bukan satu-satunya pemain Belanda yang mendapat pujian dari Messi. Frenkie de Jong, rekan setim barunya di Barcelona, pun tak ketinggalan diguyur sanjungan.

"Mudah baginya untuk beradaptasi karena dia datang dari Ajax, tim yang memiliki filosofi sama dengan kami. Dia tumbuh besar dengan ide bermain yang sama meskipun di sana dia tak bermain di sisi luar [lini tengah]," ucap Messi.

"Dia sebenarnya lebih nyaman bermain sebagai poros. Namun, sekarang dia sudah bisa beradaptasi. Dia suka memainkan bola, memainkan umpan pendek, mengumpan di celah-celah, serta punya kecepatan dan ketangkasan. Dia pesepak bola yang lengkap," tambah pria 32 tahun tersebut.

Artikel Asli