Kode Taktik Pirlo di Juve: Tim Terus Mengoper Bola, di Belakang Bangku Cadangan Sekalipun!

Kompas.com Dipublikasikan 03.19, 10/08/2020 • Nirmala Maulana Achmad
AFP/ADRIAN DENNIS
Legenda sepak bola Italia yang kini menjadi pelatih Juventus, Andrea Pirlo, menghadiri laga Chelsea vs West Brom di Stamford Bridge, London, pada 11 Desember 2016.

KOMPAS.com - Andrea Pirlo akan memimpin era baru Juventus.

Ia dipilih sebagai pelatih baru Juventus, menggantikan Maurizio Sarri yang didepak meski berhasil membawa Bianconeri menjuarai Serie A 2019-2020.

Juve melakukan keputusan berani dengan mempromosikan Pirlo sebagai pelatih utama mereka dan diganjar kontrak dua tahun, atau hingga Juni 2022.

Sebelumnya, Pirlo baru saja diperkenalkan sebagai pelatih Juve U23 pada Juli silam.

Baca juga: Ucapan Pirlo soal Ronaldo, Juventus, dan Trofi Liga Champions Setahun yang Lalu

Pirlo dulunya juga pemain Juventus. Ia berkostum kebesaran Hitam-Putih pada kurun waktu 2011-2015.

Sepanjang kariernya sebagai pemain, Pirlo terlampau sering berperan sebagai deep-lying-playmaker, atau regista dalam bahasa Italia.

Menghuni posisi di depan bek, ia merupakan penghubung antara lini belakang dan tengah, mengontrol permainan, juga poros dalam membangun serangan.

Nah, jika Anda bertanya-tanya, formasi atau taktik apa yang akan digunakan Pirlo nantinya jika ia bertindak sebagai pelatih? Dengan latar belakangnya sebagai regista.

Maka, Pirlo sudah memberikan kodenya.

"Itu tergantung para pemain, tetapi saya suka formasi 4-3-3 dengan semua pemain menyerang ke depan," ucapnya, dikutip dari laman Football Italia.

"Tim yang banyak menguasai bola. Saya ingin tim terus mengoper bola, bahkan di belakang bangku cadangan jika perlu!" tutur pemenang Liga Champions bersama AC Milan itu.

Namun, Pirlo menyebutkan bahwa formasi 4-3-3 yang akan ia pakai fleksibel.

Artinya, ia tidak akan memaksakan jika para pemain kurang begitu cocok dengan formasi tersebut.

Baca juga: Peringatan Gennaro Gattuso untuk Andrea Pirlo yang Ditunjuk Jadi Pelatih Juventus

"Saya suka 4-3-3, tetapi tentu saja jika Anda menyadari para pemain tidak dapat bekerja dengan formasi itu, Anda harus beradaptasi dan menggunakan pendekatan yang berbeda," kata Pirlo.

"Jika Anda terlalu terpaku pada sistem dan pemain Anda tidak dapat melakukannya, Anda membuang-buang waktu dan tidak mendapatkan yang terbaik dari mereka," ujar dia.

Penulis: Nirmala Maulana AchmadEditor: Nirmala Maulana Achmad

Artikel Asli