Kisah pilu penjual durian dibayar uang palsu senilai Rp 300 ribu

Brilio.net Dipublikasikan 03.08, 21/02
foto: Facebook/@fandi.pahalawan
Tega banget sih bayar pakai uang palsu.

Brilio.net - Seorang ibu-ibu paruh baya di daerah Blitar mendadak viral, setelah kisahnya diangkat oleh salah satu akun Facebook. Ibu penjual durian harus menahan pilu usai mendapatkan bayaran berupa uang palsu. Kisah sedih itu dibagikan oleh seorang pria asal Sidoarjo, bernama Fandi Achmad. Dan cerita pilu itu berhasil mengaduk-aduk emosi pembaca.

Saat Fandi hendak kembali ke Sidoarjo dari Blitar, ia melihat ada ibu-ibu berjualan durian di daerah jembatan njoglog. Niat hati ingin membeli durian, Fandi pun mendapatkan cerita sedih dari ibu tersebut. Ibu penjual durian itu sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung. Namun kala musim durian, ia beralih menjadi penjual durian.

Dari foto yang Fandi unggah, ibu tersebut terlihat sudah lanjut usia, wajahnya penuh dengan keriput, rambutnya terurai, mengenakan kaus dan celana panjang lusuh. Nahasnya bukannya untung yang ibu itu dapat, melainkan ia tertipu pembeli hingga Rp 300 ribu. Lebih bikin sedih lagi, ibu itu adalah seorang wanita yang hidup sebatang kara.

foto: Facebook/@fandi.pahalawan

"Pas perjalanan pulang dari blitar, di daerah jembatan njojlog kedawung, blitar. Ada ibu2 yg berjualan durian. Kami mampir beli durian untuk dimakan ditempat, pas kita makan durian, beliau bercerita baru saja ditipu ada yang beli durian 300rb menggunakan uang palsu. Sedih rasanya, sehari-hari beliau mencari nafkah sebagai pemulung, namun apabila musim durian beliau tengkulak durian (beli durian untuk dijual kembali). Mirisnya lagi beliau hidup cuma sebatang kara," tulis Fandi seperti dilansir brilio.net dari akun Facebook @fandi.pahalawan pada Jumat (21/2).

Fandi pun berharap kepada siapa saja, khususnya bagi orang Blitar jikalau melewati daerah itu, hendaknya mau meluangkan waktu untuk melarisi dagangan ibu tersebut.

"Untuk teman2 khususnya yg di daerah blitar monggo dagangane ibuk e dilarisi nggeh :). Dan bayarnya jangan pake uang palsu, kasihan ibuknya,"

foto: Facebook/@fandi.pahalawan

Mungkin bagi sebagian orang uang segitu tidaklah besar. Tapi bagi mereka yang membutuhkan, seberapa pun nominal uang itu sangatlah berarti. Kisah yang dibagikan oleh Fandi langsung ramai jadi perbincangan hangat warganet. Tulisan Fandi yang ia unggah kurang lebih 20 jam lalu, sudah dibagikan lebih dari 300 kali, dikomentari lebih dari seribu orang.

Melihat fenomena yang ada, membuat hati warganet turut sedih. Banyak yang mendoakan agar ibu tersebut bisa mendapatkan rezeki berkali lipat.

"Dan untuk yg tertipu mudah2 han alloh menggantinya yg lebih2," kata akun @Endang Tatang.

"Astagfirlloh,tega banget menipu orang tua,asal ingat saja yang di makan hasil haram,insyaAllah tidak barokah,seharusnya kita memberi tidak menipu seperti itu kasihan do,aku untuk ibu semoga sehat,di lancarkan rezeky nya ingat hukum karma pasti ada," komentar akun @Anggra Eni.

"100k bagimu. Mainan. Tapi bgi. Mereka ibu2 yg ngais rezeki mulung atau buruh cuci sangat berharga," tutur akun @Arif Saifudin.

"Gusti mboten sare. Tunggu tanggal mainya," sahut akun @Fia Mon.

"Semoga Allah memperlancar rejeki ibu ini… Aamiin… Tega bener org yg ksh uang palsu," ujar akun @Erfa Erfina.

Artikel Asli