Kisah Yulis, Istri yang Rela Berbagi Ginjal untuk Suami Tercinta

kumparan Dipublikasikan 09.02, 12/12/2019 • Suparta Arz
Yulis Ratna Sari, Istri yang rela berbagi ginjal untuk suaminya. Foto: Suparta/acehkini

Menggunakan baju merah dipadu batik songket, perempuan muda itu duduk paling pojok di barisan depan antara ratusan tamu undangan. Dia tidak mampu menyembunyikan perasaan haru, ketika namanya disebut kemudian dipersilakan maju ke depan.

Yulis Ratna Sari, namanya. Ibu tiga anak ini mendapat Pin Emas dari Pemerintah Aceh karena cintanya yang begitu utuh terhadap keluarga. Yulis rela mendonor satu ginjalnya untuk sang suami, yang sakit dan membutuhkan. Keduanya kini hidup sehat, seperti sedia kala.

Yulis Ratna Sari (kanan). Foto: Suparta/acehkini

Penghargaan itu, Yulis peroleh dalam rangka peringatan hari ibu yang ke-91, berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (12/12). Selain Yulis Ratna Dewi, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah lembaga, dan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang dinilai telah melaksanakan perencanaan penganggaran yang responsif gender.

Kerelaaan Yulis memberikan satu ginjalnya untuk suami, berawal dari vonis dokter terhadap suaminya yang mengalami gagal ginjal sejak 2014. Karenanya, selalu menjalani cuci darah. Suami Yulis dalah seorang penegak hukum yang bertugas di Kejaksaan Negeri Aceh.

Pada Juli 2019, kondisi suaminya semakin parah karena ginjalnya rusak. Yulis bersedia berbagi, satu ginjalnya siap diberikan untuk suami. Setelah melalui serangkaikan pemeriksaan oleh tim dokter, ginjal Yulis cocok untuk suami, lalu operasi pengangkatan ginjal dimulai. Operasi transpalansi (pencangkokan) sukses dilakukan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abindin (RSUZA) Banda Aceh.

Wakil Ketua PKK Aceh, Dyah Erti Idawati menyematkan Pin Emas dari Pemerintah Aceh untuk Yulis saat peringatan Hari Ibu. Foto: Suparta/acehkini

Rasa cinta terhadap suami serta anak-anaknya, menjadi pendorong Yulis mengikhlaskan salah satu organ vital tubuhnya untuk suami tercinta. "Saya ingin anak-anak tidak kehilangan momen bersama ayahnya, karena momen keluarga itu penting sekali. Apabila dalam kondisi sakit itu, otomatis waktu kebersamaan si bapak hilang bersama anak-anak," kata Yulis kepada acehkini, usai menerima Pin Emas yang disematkan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh, Dyah Erti Idawati.

Yulis mengatakan, kini kondisi suaminya telah membaik dan juga telah beraktivitas kembali. Ia berharap di momentum hari Ibu itu, semua orang dapat melakukan pengorbanan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Kini, suaminya telah sehat seperti semula, begitu pun wanita kelahiran 29 tahun lalu itu dapat beraktivitas normal walau hidup dengan sebuah ginjal. Pasangan ini kembali menjalani hari-hari bahagia, seraya membesarkan buah hati mereka. []

Yulis Ratna Sari (kiri). Foto: Suparta/acehkini
Artikel Asli