Kisah Unik Basuki Hadimuljono: Tak Punya WhatsApp hingga Kena Gusur

kumparan Dipublikasikan 04.07, 20/10/2019 • Michael Agustinus
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Basuki Hadimuljono disebut-sebut sebagai salah satu menteri yang bakal dipertahankan di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pria kelahiran Surakarta 65 tahun silam ini dinilai berkinerja bagus, Jokowi menjulukinya 'Bapak Infrastruktur Indonesia'.

Saat mengikuti acara perpisahan menteri Kabinet Kerja di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/10), Basuki mengaku siap jika memang dipercaya lagi untuk menempati jabatan menteri.

"Itu prerogatif presiden ya. Ya kalau itu perintah ya saya laksanakan," katanya.

Berikut kumparan rangkum kisah-kisah unik soal Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabinet Kerja ini:

1. Satu-satunya Menteri jokowi yang Tak Punya WhatsApp

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan bahwa Basuki adalah satu-satunya menteri di Kabinet Kerja yang tak memiliki aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Saat berbincang bersama wartawan, Sri Mulyani bilang, selama ini koordinasi dengan para menteri ekonomi lainnya cukup mudah. Hanya saja, kata dia, saat berkomunikasi dengan Basuki harus melalui SMS.

"Dia (Basuki) satu-satunya menteri yang enggak pakai WA. Jadi masih SMS, kalau yang lain WA," ujar Sri Mulyani yang disambut tawa para menteri lainnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Namun demikian, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu bilang, ia selalu mendukung yang dilakukan Basuki, meskipun harus membalasnya melalui SMS. "Tapi ya saya bales SMS-nya. Kita coba selalu dukung ya," jelasnya.

Mendengar pernyataan Sri Mulyani itu, Basuki seperti salah tingkah. Ia hanya tertawa dan tepuk tangan mendengar ucapan itu.

Bahkan menurutnya, handphone yang ia gunakan merupakan keluaran lama. Sayangnya Basuki enggan menunjukkan handphone yang ia pakai itu kepada para wartawan. "Orang HP-ku aja jadul kok," tambahnya.

2. Kena Gusur Proyek Infrastruktur

Pengorbanan Basuki Hadimuljono untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi tugas utamanya, juga menyangkut harta benda. Rumah pribadinya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, harus direlakan digusur untuk perluasan jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Pertama kali dilontarkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, informasi itu juga dibenarkan manajemen PT Waskita Karya Toll Road selaku penggarap proyek Tol Becakayu.

Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road, Alex Siwu, bahkan mengungkapkan nilai ganti rugi rumah Menteri PUPR tak berbeda dengan warga lain. "Iya (ganti rugi sama seperti warga lain). Tentunya sesuai dengan penilaian yang wajar," katanya kepada kumparan, Rabu (15/5).

Basuki sendiri mengaku belum menerima uang pengganti atas rumahnya yang tergusur proyek infrastruktur tersebut.

3. Urusi Pipis dan BAB Pemudik

Tidak hanya menyiapkan jalan tol dan non-tol untuk mudik, bahkan masalah pipis dan buang air besar (BAB) para pemudik pun, diurusi oleh Basuki. Kenyamanan mudik, memang tak hanya menyangkut jalan yang mulus dan perjalanan yang lancar. Keberadaan fasilitas toilet di perjalanan pun menjadi kebutuhan mendasar.

"Kementerian PUPR berupaya seoptimal mungkin, agar mudik Lebaran tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Baik dari sisi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, melalui pernyataan tertulis yang diterima kumparan, Senin (3/6).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meninjau tol layang Jakarta-Cikampek sebelum dioperasikan pada November 2019. Foto: Dok. Kementerian PUPR

Karena itu penyediaan fasilitas mobil toilet, menjadi salah satu yang disiapkan Kementerian PUPR. Hal ini dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya di rest area jalan tol, SPBU, dan pos siaga mudik Kementerian PUPR di jalan non-tol.

4. Dijuluki Bapak Infrastruktur Indonesia

Tak heran jika Jokowi punya keinginan untuk mempertahankan Basuki Hadimuljono di kabinetnya nanti. Selama lima tahun pemerintahannya yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, Jokowi sepertinya cukup puas dengan kinerja Basuki.

Dalam pidato di acara Rakornas PDI Perjuangan pada 2017 silam, Jokowi sempat menyinggung soal infrastruktur Indonesia, khususnya di Papua. Ia menyebut, saat ini jalanan di Papua sudah cukup baik.

Atas capaian tersebut, Jokowi juga memuji Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, karena berhasil membuat jalan-jalan di Papua bisa dipergunakan untuk aktivitas lalu lalang dan perekonomian warga setempat.

“Satu per satu jalan-jalan seperti (di Papua) sudah diperbaiki oleh Menteri PU kita, Bapak Basuki. Yang pada hari ini juga hadir. Silakan berdiri Pak Basuki. Beliau ini Bapak Infrastrukur Indonesia. Ini jalan di Papua yang telah kita bangun meskipun sebagian belum aspal, tetapi membuka wilayah-wilayah yang terisolasi di Papua, terutama di pegunungan tengah," puji Jokowi.

Artikel Asli