Kisah Remaja Cianjur yang Orang Tuanya Meninggal karena Gigitan Ular, Putus Sekolah Demi Hidupi Ketiga Adiknya

hai-online.com Dipublikasikan 02.44, 18/10/2019 • Bayu Galih Permana
Heri, remaja yang putus sekolah demi menghidupi ketiga adiknya.

HAI-Online.com - Beberapa hari terakhir, pengguna media sosial tengah ramai membicarakan utas yang dibagikan pengguna Twitter dengan akun @GhisniK, mengenai perjuangan seorang remaja di Cianjur menjadi tulang punggung keluarga setelah kedua orangtuanya meninggal.

Dalam utas yang dibagikan pada Selasa (15/10) lalu, @GhisniK meminta bantuan warga Twitter untuk membantu remaja bernama Heri tersebut bersama ketiga adiknya, yang menjadi yatim piatu setelah kedua orangtua mereka meninggal karena digigit ular.

"Bapaknya anak ini meninggal karna di gigit ular. Gak lama kemudian ibunya juga meninggal karna di gigit ular juga. Nah sekarang adek ini tinggal bersama 3 adeknya. Dan menjadi tulang punggung keluarga. Yang paling kecil umurnya dua tahun. Gak kuat aku liatnya," tulis @GhisniK.

Nah sekarang adek ini tinggal bersama 3 adeknya. Dan menjadi tulang punggung keluarga. Yang paling kecil umurnya dua tahun. Gak kuat aku liatnya???? Barang kali dari sahabat warga twitter ada yang ingin membantu. Ini lokasinya ga jauh dari rumahku sekitar 5 menit kalo pake motor pic.twitter.com/phAZL2yLBm

— GK (@GhisniK) 15 Oktober 2019

Sambil membuka donasi, Ghisni memberikan alamat tempat tinggal dari remaja berusia 18 tahun tersebut, supaya orang-orang dapat membuktikan kebenaran utasnya dan memberikan bantuan secara langsung.

"Ini bukan penipuan kalo gak percaya silahkan datang ke TKP. Hati saya merintih melihat anak yatim piatu ini," tulisnya menambahkan.

Untuk alamatnya saya lupa cantumkan.
Jln. Pasir Kampung. RT 02 RW 04. Desa Sukatani Kec. Cipanas Kab. Cianjur.
Untuk info lebih lanjut boleh wa ke saya.
08987477783
Ini bukan penipuan kalo gak percaya silahkan datang ke TKP.
Hati saya merintih melihat anak yatim piatu ini ????

— GK (@GhisniK) 16 Oktober 2019

Dalam laman donasi yang dibuat Ghisni, dituliskan bahwa Heri terpaksa harus putus sekolah demi membiayai pendidikan dan kehidupan sehari-hari ketiga adiknya, Rizki (8 tahun), Rani (5 tahun), dan juga Ramdan (2 tahun).

"Anak pertama bernama Heri berusia 18 Tahun, yang putus sekolah karena harus membiayai pendidikan dan kehidupan sehari-hari untuk adiknya," tulis Ghisni.

Hingga berita ini diturunkan (17/10), Ghisni sendiri diketahui telah berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 25 juta rupiah, di mana uang tersebut rencananya akan dipakai untuk membantu biaya kehidupan dan pendidikan keempatnya. (*)

Artikel Asli