Kisah Pilu Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Sabar Diejek Teman dan Janji Belikan Ibu Rumah

Tribun Style Dipublikasikan 15.04, 07/08 • Gigih Panggayuh Utomo
Kisah pilu siswi SMK tinggal di bekas kandang ayam.

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang siswi SMK tinggal di bekas kandang ayam bersama ibu dan adiknya.

Gadis tersebut bernama Indriana Rahayu (16), siswi kelas 10 SMKN 1 Magetan.

Sementara sang ibu bernama Surati (48).

Mereka merupakan warga Desa Sumber Sawit, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Bekas kandang ayam itu dipinjamkan tanpa biaya sewa karena keluarga Indriana tak mampu menyewa rumah.

Sudah setahun terakhir ini Indriana dan keluarganya tinggal di bekas kandang ayam tersebut.

Indiriana , siswa SMK N 1 Magetan terpaksa ngangsak (mencari sisa padi disawah yang habis dipanen) agar bisa mbeli HP untuk belajar secara daring. Dia juga sering menerima ejekan dari teman sekolahnya di SMP karena tinggal di rumah bekas kandang ayam. (Kompas.com/Sukoco)

Setelah bercerai dengan suaminya, Surati hanya bekerja mencari sisa panen di sawah dan menganyam besek bambu.

Hasilnya bekerja digunakan untuk menyambung hidup serta membelikan ponsel dan paket data untuk anaknya agar bisa belajar secara daring.

Adapun bekas kandang ayam tersebut hanya berdinding anyaman bambu dan terpal.

Kerap Diejek Teman-temannya

Hidup di bawah kemiskinan seolah tak cukup dihadapi Indriana.

Sewaktu duduk di bangku SMP, ia kerap menerima ejekan dari teman-temannya.

Ia diolok-olok lantaran tinggal di tempat yang merupakan bekas kandang ayam.

Mendengar olok-olok temannya, Indriana mengaku hanya bisa bersabar.

Dirinya juga mengaku sudah kebal dengan hinaan yang dilontarkan kepadanya.

Kendati demikian, Indriana tetap bersemangat meneruskan sekolahnya.

Surati, ibu Indriana bersyukur ada warga yang berbaik hati meminjamkan tempat tinggal untuk ia dan kedua anaknya.

“Masih bersyukur ada warga yang baik hati meminjamkan kandang ayam untuk tinggal,” ujarnya.

Meski hidup pahit harus dihadapinya, Surati berharap kedua anaknya tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan sehingga kehidupan mereka lebih baik lagi.

“Yang satu akan masuk TK, yang Indriana baru masuk SMK tahun ini.

Enggak tahu biaya darimana yang penting mereka bisa sekolah,” ucap dia.

Janji Belikan Ibu Rumah

Kendati hidup terhimpit ekonomi dan tinggal di tempat yang kurang nyaman, Indriani tetap bersemangat menyelesaikan pendidikannya.

Ia punya keinginan untuk bekerja dan membelikan ibunya rumah.

Karena itu juga, ia memilih sekolah kejuruan atau SMK.

Hal itu sengaja ia lakukan demi bisa langsung bekerja setelah lulus.

Jurusan yang ia pilih di SMKN 1 Magetan adalah Bisnis Jaringan dan Pemasaran.

“Kalau hanya lulus SMP enggak bisa kerja, makanya saya tetap harus sekolah,” ujar Indriana, Kamis (6/8/2020) malam dikutip dari Kompas.com.

Setelah lulus dan bekerja, Indriana berkeinginan membelikan rumah untuk ibunya.

“Saya pengin cepat kerja dan membelikan ibu rumah,” imbuhnya.

Diangkat Jadi Anak Asuh

Mendengar kisah pilu tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Sujatno, mengaku akan menanggung biaya pendidikan Indriana.

Bahkan, tak tanggung-tanggung, ia juga akan mengangkat Indriana sebagai anak asuh.

Sujatno mengaku kagum dengan Indriana yang tetap bersekolah meski kondisi ekonomi tidak mampu.

“Saya melihat kegigihannya untuk tetap bersekolah itu luar biasa,” tuturnya.

Terkait tempat tinggal Indriana yang bekas kandang ayam, Sujatno masih akan mencarikan solusi.

Menurutnya, bekas kandang ayam tempat tinggal Indriana tidak layak karena hanya berdinding anyaman bambu dan terpal.

“Kami masih upayakan solusinya seperti apa karena tempat tinggalnya tidak layak,” imbuhnya.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh, Kompas.com/Sukoco)

Artikel Asli