Kisah Penjual Nasi, Diusir dari Kontrakan hingga Jadi Miliuner

Okezone.com Dipublikasikan 09.04, 29/05 • Rizka Diputra
Kisah Penjual Nasi, Diusir dari Kontrakan hingga Jadi Miliuner
Ustadz Yusuf Mansur menceritakan kisah penjual nasi menjadi miliuner berkat sedekah.

SEDEKAH tidak akan mengurangi harta, namun justru bertambah. Itulah yang dikatakan dai kondang Ustadz Yusuf Mansur. Siapapun orangnya, tidak hanya seorang muslim, sedekah memiliki keutamaan yang begitu besar. Salah satunya melipatgandakan harta yang sudah dikeluarkan sebagai sedekah.

"Sedekah itu tidak pernah berkurang. Saya bilang, ngeluarin sedekah satu dibalas 10 dari Tuhan. Bagaimana sedekah itu bekerja? Ya itu semua dari Tuhan, karena memang janji Tuhan yang melalui berbagai proses," ujar Yusuf dalam acara Manager Forum MNC bertajuk "Keajaiban Sedekah", Jumat (29/5/2020).

Ustadz Yusuf berbagi cerita soal pengalaman yang dialami Imam Syafi’i. Seorang pedagang nasi di Surabaya, Jawa Timur. Sehari-harinya dia hanya mendapat untung dari hasil berjualan rata-rata Rp10.000 per hari. Syafi'i sempat kebingungan saat menunggak kontrakan yang biayanya mencapai Rp1,4 juta.

Sedangkan uang yang dimilikinya hasil menabung hanya ada sejuta dan kurang Rp400 ribu. Setelah bernegosiasi, akhirnya ia diberi waktu oleh sang pemilik kontrakan untuk melunasi tunggakannya.

Ilustrasi sedekah. (Foto: Istimewa)

Suatu hari, di bulan Januari 2007, Syafi'i mendengarkan tausyiah dari Ustadz Yusuf Mansur di salah satu acara televisi swasta tentang keajaiban sedekah. Saat itu dia mendengar jika seseorang menyedekahkan satu, maka akan dibalas 10 kali lipat.

"Gimana kalau kita pakai cara pak ustadz itu bu?" kata Syafi'i kepada istrinya yang masih galau memikirkan tunggakan kontrakan sebagaimana diceritakan Ustadz Yusuf.

Namun saat itu, sang istri tidak percaya, Meski begitu Syafi’i tetap bertekad menyedekahkan uangnya yang Rp1 juta itu. Sepekan berlalu, uang yang disedekahkan tak juga kembali sebagaimana diharapkannya.

Memasuki pekan kelima masih di tahun yang sama yakni 2007 (awal Februari), kayakinannya mulai diuji tentang sedekah. Apalagi, uang itu hanya satu-satunya tabungan untuk membayar kontrakan, meski masih kurang Rp400 ribu.

"Kemarin cuma kurang Rp400 ribu untuk bayar kontrakan, sekarang jadi kurang Rp1,4 juta," gerutu istri Syafi'i.

Namun, Syafi’i lagi-lagi percaya bahwa Allah tidak akan mengkhianati janji-Nya. Sewa kontrakan belum juga dibayar, Syafi'i dan istrinya malah mencari rumah yang akan dijual. Dia pun mengetuk pintu salah satu rumah yang katanya dijual seharga Rp700 juta.

"Uang Rp1,4 juta aja susah nyarinya, apalagi Rp700 juta," keluh istri Syafi'i.

Syafi'i lalu dipersilakan si tuan rumah untuk masuk dan mengobrolkan harga rumah yang ditawarkan. Singkat cerita, disepakatilah harga Rp600 juta dan Syafi'i menyanggupinya dengan tempo pembayaran dua bulan kemudian secara cash!

Artikel Asli