Kisah Kontroversial Michael Schumacher di F1, Nyaris Adu Jotos dan Merasa akan Dibunuh

INDOSPORT.com Diupdate 07.58, 03/08 • Dipublikasikan 10.04, 03/08 • Editor: Lanjar Wiratri

INDOSPORT.COM - Nama Michael Schumacher layak disandingkan dengan beberapa legenda Formula 1 (F1) lainnya seperti Ayrton Senna, Alain Prost, Niki Lauda, dan lainnya. Dikenal sebagai salah satu pembalap F1 paling hebat, Schumacher juga pernah mengalami kejadian-kejadian kontroversial selama membalap.

Michael Schumacher sukses menjadi juaraF1 sebanyak tujuh kali yakni pada 1994. 1995, 2000, 2001, 2002, 2003, dan 2004. Driver yang akrab disapa Schumi itu menjadi andalan Ferrari selama bertahun-tahun di F1.

Sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun dari F1 pada 2006, Schumacher telah mencatatkan banyak gelar juara. Namanya pun dikenang sebagai salah satu pembalap terhebat F1 hinggga saat ini, bahkan rekor-rekor hebatnya belum bisa dipecahkan.

Kini Schumi memang masih terbaring lemah setelah mengalami kecelakaan ski yang membuatnya sempat koma pada 2013 silam. Pihak keluarga pun tak memberikan banyak informasi terkait kondisinya saat ini.

Meski kondisi Schumacher masih menjadi misteri, namun para penggemar tentu tak akan pernah melupakan kiprahnya di ajang balap jet darat. Selama menjadi pembalap F1, Schumacher juga melalui banyak momen kontroversial yang akan selalu diingat dalam memori.

Berikut INDOSPORT merangkum 6 momen kontroversial Michael Schumacher selama menjadi pembalap F1 seperti dilansir dari Essentially Sports.

1. Mobil Terbang

Momen-momen kontroversial Michael Schumacher.

Momen-momen kontroversial Michael Schumacher 4. Copyright: Essentiallysports

Persaingan Michael Schumacher dan Damon Hill.

Michael Schumacher dan Damon Hill bersaing untuk meraih podium juara 1 di ajang F1 GP Australia di Sirkuit Adelaide pada 1994 silam. Keduanya berselisih satu poin di klasemen dengan Schumacher memimpin dan sama-sama mengincar gelar juara dunia F1 untuk pertama kalinya. 

Schumacher akhirnya berhasil keluar sebagai juara dengan cara yang dapat dikatakan antiklimaks. Schumacher melakukan manuver dengan menabrakkan mobilnya ke pembatas yang membuat mobilnya oleh hingga terlihat naik ke atas.

Schumacher yang sudah menabrak pembatas masih ngotot membalap meski tak jelas apakah mobilnya mengalami kerusakan atau tidak. Saat Hill mencoba menyalip Shumacher, pembalap Jerman itu berusaha menghalangi hingga kedua mobil akhirnya saling bertabrakan.

Mobil Schumacher bahkan terlihat terbang ke atas dan ia pun tak bisa melanjutkan balapan. Begitu juga Hill yang harus menerima kenyataan mobilnya rusak karena tabrakan tersebut dan merelakan gelar juara dunia ke Schumacher yang unggul poin. 

Merasa akan Dibunuh dan Nyaris Adu Jotos

Momen-momen kontroversial Michael Schumacher 2. Copyright: Essentiallysports

GP Belgia 1998 dalam kondisi trek basah.

F1 GP Belgia 1998 mungkin menjadi salah satu balapan yang paling chaos sepanjang masa. Saat itu, Michael Schumacher dan David Coulthard (DC) bersaing untuk mendominasi balapan sebelum akhirnya keduanya saling bertabrakan di Sirkuit Les Combes yang membuat keduanya sama-sama tersingkir.

Mobil Ferrari Schumacher kehilangan salah satu rodanya sementara mobil Mclaren yang dikendarai Coulthard kehilangan salah satu sayapnya. Kejadian tersebut membuat Schumi murka dan melabrak Coulthard di garasi McLaren.

Schumacher menuduh DC mencoba membunuhnya di lintasan. Adu mulut tak terelakan di antara keduanya bahkan hingga nyaris berakhir dengan baku hantam sebelum dipisahkan oleh mekanik tim McLaren dan Mercedes.

2. Kemenangan yang Dianggap Ilegal

Kemenangan Schumacher dalam pit lane

Dua lap jelang berakhirnya balapan F1 GP Inggris pada 1998, Michael Schumahcer memimpin balapan. Namun ia dijatuhi stop and go penalty karena menyalip Alexander Wurz di lap 43 dan penalti yang seharusnya muncul di papan pengumuman malah langsung disampaikan steward kepada tim Ferrari.

Ferrari kebingungan apakah akan menyuruh Schumi masuk ke pit atau penalti akan ditambahkan dalam waktu sang pembalap setelah balapan berakhir. Padahal peraturannya, stop and go penalty diberikan lewat papan pengumuman dalam waktu maksimal tiga lap seusai pemberitahuan hukuman.

Namun yang terjadi akhirnya Ferrari memanggil Schumacher di lap terakhir ke pit dan pit milik tim kuda jingkrak saat itu setelah garis finis.

Schumacher pun tetap keluar sebagai juara meskipun diberikan waktu tambahan 10 detik sebagai hukuman dan berselang dua jam setelahnya penalti dicabut oleh steward karena ada ketidakjelasan.

Federasi Balap Dunia (FIA) turun tangan dan memutuskan jika kemenangan pembalap dalam pit lane saat menjalani hukuman tidak sah di masa mendatang. Schumacher pun menjadi pembalap terakhir yang menjadi juara di pit lane.

Artikel Asli