Kisah Keishi Kameyama, Bos PornHub yang Punya Kekayaan Rp 51,4 Triliun

kumparan Dipublikasikan 05.49, 08/08 • Profil Orang Sukses
Logo situs dewasa. Foto : commons.wikimedia.org

PornHub adalah salah satu situs porno terbesar di dunia. Tahun lalu, pengunjung situs itu mencapai angka 42 miliar pengunjung dalam satu tahun. Belakangan, situsnya menuai berbagai kecaman. Hal ini lantaran situs itu terbuka bagi siapa saja untuk mengakses dan mengupload konten. Sudah banyak kasus ilegal yang ditemukan di situs itu. Termasuk terdapat banyak kekerasan seksual dan perdagangan anak. Terkait dengan hal ini, banyak gerakan sosial yang mendukung untuk memblokir situs dewasa itu.

Dibalik pro dan kontra terhadap keberadaanya, PonHub terbukti dapat membawa pendirinya jadi salah satu pria terkaya di Jepang. Keishi Kameyama sudah berkecimpung di dunia pornografi selama tiga dekade. Selama itu pula dirinya dapat memanen kekayaan. Di tahun 2017 lalu, kekayaannya ditaksir mencapai 3,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 51,4 triliun.

Kameyama besar di kota kecil tepi laut, Kaga, Jepang. Orang tuanya memiliki pengusaha karbaret, klub untuk menikmati pertunjukan dan ditemani wanita. Dirinya telah terbiasa dan tumbuh dengan keadaan itu.

Logo perusahaan teknologi DMM.com

Di tahun 1980, setelah lulus dari sekolah akuntansi, Kameyama melakukan berbagai pekerjaan untuk mencari uang mulai dari menjadi penari setengah telanjang sampai menjadi pemandi jenazah. Di usianya yang ke 20, ia memiliki bisnis film sewaan. Tetapi usahanya tak bertahan lama.

Pria kelahiran Maret 1961 itu mencoba membuat film alih-alih menyewanya. Percobaanya berhasil, ribuan rekaman terjual laris. Di tahun 1998, dirinya melakukan inovasi yang membuatnya menjadi miliarder. Ia membuat situs porno meski saat itu hanya satu per lima orang di Jepang memiliki akses internet.

Perusahaan media dan teknologi miliknya, DMM.com menjadi sebuah kerajaan besar. Kameyama sendiri menganggap pornografi hanya sebagai produk yang bisa dijual dan meraup keuntungan, tidak berbeda dengan prodik lainnya.

Di tahun 2009, Kameyama membeli perusahaan pialang online yang nyaris bangkrut. Perusahaan itu berhasil ia benahi dan menjadi platform perdagangan mata uang asing terpupular di Jepang. Perusahaan itu juga menjadi Las Vegas virtual dengan melayani hasrat banyak orang terkait uang dan seks.

Tidak puas dengan bisnisnya, Kameyama merambah cabang bisnis yang dapat dinikmati keluarga. Dirinya mulai mengembangkan video game hit ‘Fleet Collection’.

Branding dirinya sebagai pengusaha dan master startup membawanya menjadi pembicara di banyak acara. Pada Desember lalu misalnya, Kameyama bahkan mendapatkan undangan dari Universitas Keio Jepang untuk menyapa para mahasiswa tentang investasi di Afrika dan mendukung wirausaha muda. Selain itu, bapak dua anak itu juga menjadi penulis kolom tentang parenting dan hubungan di salah satu majalah mingguan paling popular di Jepang, Bunshun Online.

Artikel Asli