Kisah Hadi, Perutnya Membesar Sejak Usia 1 Tahun hingga Sulit Berjalan

Kompas.com Dipublikasikan 10.18, 15/08 • Setyo Puji
KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN
Hadi (17) menderita penyumbatan usus hingga perutnya membuncit. Tujuh tahun belakangan ini dia hanya tergolek di atas kasur di kediamannya di Kampung Panyandungan, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Sabtu (15/8/2020).

KOMPAS.com - Nasib pilu dialami Hadi (17), warga Kampung Panyandungan, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Pasalnya, selama belasan tahun ia harus menahan sakit akibat perutnya yang terus membesar.

Ibu Hadi, Arnawiah (54) saat ditemui di kediamannya mengaku, penyakit yang dialami anaknya tersebut sudah terjadi sejak usianya satu tahun.

"Tadinya kembung biasa, jarang buang air besar (BAB), seminggu hanya satu kali. Saat usia 10 tahun mulai merasakan sakit, dan semakin besar perutnya," kata Arnawiah, Sabtu (15/8/2020).

Saat awal anaknya mengeluhkan sakit tersebut, ia mengaku pernah membawanya ke rumah sakit di Rangkasbitung.

Baca juga: Belasan Tahun Hadi Diejek karena Perutnya Buncit, Ibu Setia Merawat hingga Keajaiban Datang

Hasilnya, Hadi mengalami penyumbatan di usus. Akibatnya membuat susah buang angin dan buang air besar.

Tak punya biaya berobat

Mengetahui sakit yang diderita anaknya itu, oleh pihak rumah sakit di Rangkasbitung anaknya sempat diberi rujukan ke RSUD dr Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Meski sudah mengantongi BPJS Kesehatan, namun rujukan tersebut akhirnya tidak bisa ia teruskan karena memang tidak ada biaya akomodasi untuk tinggal di Jakarta.

 

Arnawiah mengaku sejak suaminya meninggal dunia enam tahun lalu, ia dan anaknya hidup serba kekurangan.

Jangankan berobat, untuk sekadar makan pun ia mengaku kesulitan.

Selama ini, Hadi juga tidak pernah disekolahkan. Alasannya karena ekonomi dan kesehatan fisik anaknya yang tidak memungkinkan.

"Tidak pernah sekolah. Kalau sekarang jangankan sekolah, untuk ke kamar mandi juga jalannya sulit," kata Arnawiah.

Akibat kondisinya itu, Hadi selama ini hanya menghabiskan waktu tergolek lemah di kasurnya.

Penulis : Kontributor Banten, Acep Nazmudin | Editor : David Oliver Purba

Editor: Setyo Puji

Artikel Asli