Kisah Gadis Gresik Nyaris Dibunuh Rekan Bisnis, Drama Kejar-kejaran Mobil hingga Disiram Klorofom

Tribunnews.com Dipublikasikan 06.58, 20/11/2019
Kisah Gadis Gresik Nyaris Dibunuh Rekan Bisnis, Drama Kejar-kejaran Mobil hingga Disiram Klorofom

TRIBUNNEWS.COM - Seorang warga Surabaya bernama Celine Theodora (22) menceritakan pengalamannya atas kasus percobaan pembunuhan.

Celine hadir di Pengadilan Negeri Gresik untuk menjadi saksi atas kasus percobaan pembunuhan.

Hadir di sidang pada Selasa (19/11/2019), warga Surabaya ini mengaku masih begitu trauma.

Celine dihadapkan dengan kedua terdakwa yang berencana membunuhnya tak lain teman bisnisnya sendiri.

Celine yang menjadi saksi dalam persidangan di PN Gresik menceritakan awal kejadian tersebut kepada mejelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe.

Menurutnya upaya pembunuhan itu berawal terjadi pada 25 Agustus 2019, pukul 14.30 WIB.

Saat itu, Celine sedang mengendarai mobil Honda Civic warna Hitam Nopol L 77 TO seorang diri melintas di Jalan Desa Randu Panggang, Kecamatan Menganti, Gresik.

Saat itu, mobilnya dibuntuti mobil kijang Innova warna hitam Nopol L 1295 IA. Ternyata di dalam mobil tersebut ada empat orang.

Di antaranya ada Joshua William Natanael (21) dan Zaneta Gloricastella (21), keduanya warga kompleks Perumahan Polma Grondia Surabaya.

Ada satu lagi bernama Imam Subowo (26), warga Lontar, Sambikerep, Kota Surabaya.

Sementara satu lagi berhasil melarikan diri.

Setelah itu, mobil Innova yang dikemudikan Imam Subowo menabrak mobil yang dikendarai Celine.

Selanjutnya, mobil Innova tersebut menyalip mobil yang dikendarai Celine.

"Setelah itu, saya berteriak meminta tolong kepada masyarakat."

"Akhirnya, ada pengendara motor yang membantu mengejar mobil kijang Innova tersebut."

"Tapi tidak mempu mendahului, sebab terlalu kencang," kata Celine.

Setelah melaju kencang, tiba-tiba mobil Innova tersebut mutar balik dan menghadang mobil Celine.

Sehingga, pada akhirnya mobil yang dikemudikan Celine berhenti.

Setelah itu, Celine keluar dari mobil dan langsung diculik dimasukan dalam mobil Innova.

"Saat di dalam mobil itu, mulut saya ditutup dengan tangan dan dibilang kalau teriak-teriak akan dibunuh pakai pistol."

"Sambil Joshua menodongkan pistol di kepala saya," katanya.

Bahkan, di dalam mobil tersebut, wajah Celine juga disiram cairan klorofom yang digunakan untuk membius Celine.

Celine pun pingsan di dalam mobil.

Penganiayaan terus dilakukan kedua terdakwa Joshua dan Zaneta, sehingga wajah dan tubuh Celine mengalami luka lebam.

"Setelah tidak lama, ada seseorang yang menggedor-gedor pintu mobil."

"Saya keluar lewat pintu tengah. Dan saya bersyukur ada yang menolong," imbuhnya.

Ketika ditanya oleh majelis hakim tentang niatan apa membunuh dirinya.

Celine menjawab bahwa akan ada pemerasan terhadap orang tuanya.

"Saya mendengar dari keterangan saat di kepolisian," katanya.

Dari kesaksian tersebut, saksi Celine mendapat pertanyaan dari penasehat hukum tiga terdakwa, yaitu Selamet Supriyadi.

Di antaranya, pertanyaannya yaitu: ada hubungan apa dengan kedua terdakwa Joshua dan Zaneta?

"Tidak ada hubungan apa-apa. Saya hanya membantu memasarkan produk restorannya Joshua," kata Celine.

Dalam persidangan tersebut juga diperlihatkan barang bukti yang digunakan untuk aksi pembunuhan.

Barang-barang tersebut di antara lakban, pistol, botol bekas klorofrom dan foto-foto bekas luka lebam.

Akhirnya, sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan para terdakwa. (Surya/Sugiyono)

Artikel Asli