Kisah Eks Manajer Gaji Rp100 Juta Kini Jual Cincau, Ungkap Sulitnya Cari Kerja

Haibunda Dipublikasikan 12.02, 01/06 • Siti Hafadzoh
Kisah Eks Manajer Gaji Rp100 Juta yang Kini Jual Cincau, Ungkap Sulitnya Cari Kerja/ Foto: YouTube

Jakarta - Kisah pedagang cincau bernama Hasanudin kini sedang viral. Pasalnya, pedagang cincau yang satu ini beberapa tahun lalu merupakan orang yang serba berkecukupan, bahkan bisa dibilang kaya.

Hasanudin dahulu bekerja sebagai general manager di sebuah tempat hiburan di Jakarta. Penghasilannya sebagai general manager mencapai Rp100 juta per bulan.

Namun, sekarang untuk mendapatkan Rp100 ribu saja Hasanudin harus bersusah payah. Ia berkeliling di daerah Sukabumi untuk berjualan cincau demi istri dan dua anaknya yang masih kecil-kecil.

"Saya hidup sekarang umur 65 tahun baru merasa pusing. Dulu punya rumah tingkat di Jakarta," kata Hasanudin dalam YouTube Gavy Story, dikutip Senin (1/6/2020).

Pria asal Palembang ini juga dulu pernah bersekolah di Singapura. Ia menjadi anak angkat orang Singapura, Bunda. Sekarang, ia terlalu segan untuk menghubungi keluarga angkatnya itu.

Sudah terhitung satu tahun Hasanudin berjualan cincau. Sebelumnya, ia bekerja serabutan di pasar sebagai kuli angkut.

Hasanudin penjual cincau/ Foto: YouTube

Delapan tahun menjalani hidup sulit, Hasanudin pernah mencoba mencari pekerjaan tetap seperti dahulu. Lima tahun lalu, ia pergi ke Jakarta untuk menemui seseorang yang diharap bisa memberikannya pekerjaan.

"Dari sini (Sukabumi) naik bis sampai Jakarta, telepon dia lagi. Kan buka pabrik di Kalimantan, jadi konseling," ujarnya.

Hasanudin mengetahui gaji di posisi itu mencapai Rp6 juta per bulan, tentu ia mau. Tapi, keinginannya ini terhalang oleh usia.

Ketika itu Hasanudin berusia sekitar 59 tahun. Sedangkan, perusahaan di Kalimantan membutuhkan pegawai yang maksimal berusia 50 tahun, Bunda.

"Dia tanya, umur berapa? (saya jawab) 59. (Dia bilang) 'enggak bisa, Pak. Kita cari umur 50'," ujarnya.

Alhasil, Hasanudin tidak berhasil mendapatkan pekerjaan tetap. Kini ia tetap harus berjuang menghidupi keluarganya dari berjualan cincau.

Artikel Asli