Kisah Bus Hantu Dari Jawa Timur Banyuwangi-Surabaya Hanya 5 Menit Doang

Paragram.id Dipublikasikan 09.09, 19/10 • Ade Fitri Tambunan

Ngomongin soal hantu entah dari jaman batu sampai jaman modern tuh gak ada habisnya. Mereka para hantu itu seperti gak abis ide.

Kok gak habis ide? Ya dari zaman ke zama ada aja hantu yang menyesuaikan, dari hantu terbang sampai hantu naik kendaraaan.

Bicara soal hantu dengan kendaraan jadi ingat kisah bus hantu yang katanya melaju hanya 5 menit saja dari Banyuwangi ke Surabaya. OMG! Gimana kisahnya? 

Ilustrasi (Otosia.com)

Jadi ceritanya begini gengs, ada kisah tentang seorang karyawan di sebuah pabrik roti di daerah Waru, Sidoarjo. Kebetulan dia baru saja mendapat pekerjaan disana, dia kos di sebelah timur Terminal Bungurasih. Setiap beberapa minggu sekali dia menyempatkan pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi guna mengambil beberapa barang untuk dibawa ke Sidoarjo.

Untuk kembali ke Sidoarjo, ia biasanya menaiki bus dari Banyuwangi. Kebetulan ia seorang wanita, tidak disebutkan siapa namanya, tapi sebut saja namanya Winarti. Waktu itu Winarti sedang menunggu bus pada malam hari ditemani gerimis, Winarti menunggu bus arah Surabaya tepat dipinggir jalan raya yang jauh dari rumahnya.

Sebenarnya pihak keluarga sempat memberitahu Winarti agar jangan berangkat dulu. Kebetulan waktu Winarti berangkat adalah hari Jumat Legi, menurut beberapa kepercayaan masyarakat Jawa zaman dulu. Ketika malam Jumat Legi, seseorang dilarang untuk bepergian. Termasuk hari keramat selain Jumat Kliwon.

Setelah beberapa jam menunggu akhirnya muncul sebuah bus. Setelah bus berhenti, ia lantas naik ke dalam bus sambil membawa barang bawaannya, ternyata penumpangnya sudah lumayan banyak. Ia pun kemudian memilih duduk di bangku tengah yang kebetulan kosong, pukul 21.00 bus berangkat menuju Surabaya.

Awalnya dia tidak curiga saat naik bus tersebut, namun saat ia coba memperhatikan para penumpang yang lain. Ternyata mereka semua memakai baju berwarna putih, selain itu kepala mereka juga tertutup kain berwarna putih juga.

Meski sempat dibuat heran, Winarti tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Ia pikir para penumpang mungkin sedang kelelahan dan mencoba untuk beristirahat. Tak lama kemudian kondektur bus medekatinya untuk menarik ongkos, namun anehnya sang kondektur tak mau melihat ke arah Winarti.

Ilustrasi (Otosia.com)

Winarti memberikan uang Rp 3.000 ribu untuk ongkos bus waktu itu. Tidak ada keanehan lain selama perjalanan, dan selama perjalanan suasana pun terasa cukup hening. Tak lama berselang bus ternyata sudah sampai di depan pintu terminal Purabaya (Bungurasih). Anehnya bus tidak masuk ke tempat pemberhentian penumpang yang ada di dalam terminal, bus tersebut hanya berhenti di luar terminal.

Winarti pun bergegas turun dan membawa barang bawaannya, sesaat setelah turun dari bus, tiba-tiba ia dihampiri satpam terminal. Satpam itu berkata begini "Mbak itu penumpang busnya kok pocongan semua ?" Tanya si satpam.

Winarti pun mencoba menoleh ke arah bus yang baru dinaikinya, ternyata benar apa kata si satpam. Saat ia melihat ke arah bus yang baru dinaikinya, Winarti sontak dibuat terkejut karena penumpang bus tersebut semuanya sudah terbungkus kain kafan.

Ia cuma diam terpaku melihat hal tersebut, kemudian Winarti coba melihat jam tangannya. Dan betapa terkejutnya dia, ternyata jam baru menunjukkan pukul 21.05, kemudian ia merasa sekujur tubuhnya lemas dan kemudian pingsan.

Saat sadar ia sudah berada di sebuah ruangam di terminal, lantas ia diberondong berbagai pertanyaan dari orang-orang. Kemudian ia menceritakan semua yang dialaminya mulai dari naik bus di Banyuwangi sampai turun di Bungurasih.

Ia pun masih tak percaya bisa sampai Bungurasih pukul 21.05, padahal dia berangkat dari Banyuwangi pukul 21.00. Ia pun menunjukan karcis yang ia dapat dari bus tersebut, betapa terkejutnya orang-orang yang mengetahui karcis tersebut. Karcis tersebut menunjukan tahun 1965.

Menurut beberapa orang waktu itu, karcis tersebut adalah milik sebuah bus yang dulu sempat mengalami kecelakaan di tahun 1965, bus tersebut melaju dari arah Banyuwangi menuju Surabaya. Namun bus tersebut mengalami kecelakaan, lebih tepatnya bus tersebut masuk jurang, seluruh penumpang dan kru bus tewas di tempat kejadian.

Sayangnya tidak diketahui PO bus apa yang mengalamai kecelakaan di tahun 1965 tersebut, namun bus tersebut diketahui memiliki warna dasar putih.

Menurut pandangan anak Indigo

Dikutip dari planet.merdeka.com (12/07/2019), seseorang yang bisa melihat mereka yang tak kasat mata (biasa disebut indigo), ia bernama Nano. Mencoba memberi penjelasan soal hal tersebut, menurutnya hal seperti itu memang ada.

Menurutnya para arwah korban belum tenang, maka mereka coba membantu para warga Banyuwangi yang hendak pergi ke Surabaya. Dengan cara mengoperasikan bus secara gaib, namun bus tersebut hanya bisa sampai depan terminal, tak sampai masuk ke dalam. Entah mengapa alasannya, tidak dijelaskan secara rinci.

Masih menurut Nano, terdapat dua arwah dalam bus tersebut. Arwah baik, ia yang akan membantu warga sekitar. Serta arwah jahat yang justru menganggu pengendara yang lewat daerah sekitar bus agar mengalami kecelakaan yang sama seperti yang pernah mereka alami. Bus ini menurut Nano muncul di malam tertentu saja, seperti Jumat Kliwon atau Jumat Legi.

Ilustrasi (Otosia.com)

arak Banyuwangi-Surabaya yang mencapai 300 km normalnya dengan kecepatan konstan 60 km/jam dapat ditempuh sekitar 5 jam. Namun jika berbicara soal hal gaib, waktu 5 jam hanya bisa dilalui dalam tempo 5 menit saja. Memang kalau membahas soal 'mereka' akan selalu ada misteri yang tak terpecahkan gan sist.

Kisah ini dulu juga sempat dibagikan lewat akun twitter @askmenfess, dimana ia mendapat cerita tersebut dari orang tuanya. Kisah ini viral kembali di pertengahan tahun 2019 (cmiiw), bersamaan dengan kisah viral bus hantu Jakarta-Bandung waktu itu.

Nah jadi itulah secuil kisah misteri bus hantu di Jawa Timur gengs. Gimana nih kalau kalian yang mengalami hal seperti itu?

Artikel Asli