Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kompas.com Dipublikasikan 00.00, 26/01/2020 • David Oliver Purba
KOMPAS.com/IST
Relawan ACT, Ardian bercengkerama dengan Sukiyah.

KOMPAS.com - Ardian Kurniawan Santoso atau Ardian, begitu sapaannya, merupakan seorang relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Ardian telah menjadi relawan sejak 2017.

Namun, siapa sangka sebelum menjadi relawan dan menolong banyak orang, Ardian pernah terjerumus dalam lembah kelam.

Pria gondrong berusia 33 tahun ini pernah beberapa kali masuk penjara.

Pertama, tahun 2014 dia dipenjara di Jember, Jawa Timur karena mencuri truk berisi beras.

"Saat itu yang diambil sebanyak 8 ton beras. Saya dipenjara selama dua tahun," kata Ardian di Sekretariat MRI Salatiga dan Kabupaten Semarang, di Jalan Merak, Klaseman, Kelurahan Mangunsari, Salatiga, Sabtu (25/1/2020).

Baca juga: Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Selain dijual dan digunakan sendiri, beras hasil curian itu dibagikannya untuk orang-orang yang membutuhkan.

Setelah bebas dari penjara di Jember, dia tidak bertobat.

Ardian beraksi di berbagai toko retail di wilayah Salatiga dan Boyolali.

"Saya juga tertangkap dan dipenjara lagi," ungkapnya.

Dalam masa tahanan yang kedua ini, Ardian mulai mencari jalan tobat.

"Saya teringat anak-anak yang masih kecil. Tidak mungkin jika saya terus seperti ini, keluar masuk penjara. Anak saya pasti malu. Saya ingin anak saya bangga, saya ingin menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat," paparnya.

Namun dia gamang. Ardian menilai jika ingin membantu orang lain harus kaya dan memiliki uang berlebih.

Padahal yang dia miliki hanya tenaga.

Saat itulah Ardian mulai berpikir untuk menjadi relawan.

Tahun 2017, dia mulai bergabung ke Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT).

Selama menjadi relawan, Ardian telah berkeliling ke beberapa daerah bencana seperti Palu, Riau, Jambi, Dumai, dan Padang.

Namun, Ardian mengakui pengalaman bertemu Sukiyah, warga Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang adalah yang paling menggetarkan hatinya.

Ardian ingat betul saat pertama kali bertemu Sukiyah.

Kaki wanita 50 tahun ini lemas dan tak bisa beranjak dari tempat dia tidur. Sukiyah buang air di sekitar tempat dia tidur.

Bahkan, rambut Sukiyah sepanjang 2 meter menjadi sarang tikus.

Sukiyah sebelumnya tak mau berkomunikasi dengan orang luar, bahkan tetangganya.

Baca juga: Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Secara perlahan Ardian mendekati dan berkomunikasi dengan Sukiyah.

Hingga akhirnya wanita itu mau untuk dirawat.

Ardian kemudian memotong rambut panjang Sukiyah.

"Bagaimana bisa kita membiarkan seorang manusia dalam keadaan seperti itu. Kita semua harus memanusiakan manusia apapun keadaannya," ucap Ardian. (Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana)

Editor: David Oliver Purba

Artikel Asli