Kinerja Asuransi Jiwa Syariah Mengungguli Asuransi Konvensional

Kontan.co.id Dipublikasikan 23.47, 08/07 • Maizal Walfajri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kinerja industri asuransi jiwa syariah mampu mengalahkan kinerja asuransi jiwa konvensional. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Maret 2020 kontribusi premi bruto asuransi jiwa Syariah mencapai Rp 3,31 triliun.

Nilai itu tumbuh 5,08% year on year (yoy) dibandingkan kuartal pertama 2019 senilai Rp 3,15 triliun. Sedangkan asuransi jiwa konvensional mengalami penurunan.

Baca Juga: Wall Street Melaju, Data Ekonomi AS Masih Jadi Sentimen Positif

Chief Executive Officer PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, Edy Tuhirman menilai prospek asuransi syariah masih akan terus meningkat. Ia mengaku perkembangan unit usaha syariah Generali tumbuh baik di kuartal pertama 2020. Laba setelah pajak dari unit usaha syariah tumbuh 11% yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Merujuk laporan keuangan unit Syariah Generali tercatat kontribusi premi bruto senilai Rp 8,85 miliar hingga Maret 2020. Nilai itu tumbuh signifikan 66,04% yoy dibandingkan kuartal pertama 2019 senilai Rp 5,33 miliar.

Begitupun dengan PT Asuransi Allianz Life Indonesia yang mampu membukukan pendapatan premi bruto 8,1% lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Serta total aset yang juga meningkat sebesar 1,1% dibandingkan kuartal I-2019.

Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo menjelaskan, hal tersebut membuktikan ekonomi syariah saat ini telah menjadi arus baru dalam perekonomian global.

Ia menyebut Indonesia dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Namun tingkat penetrasi asuransi syariah di masyarakat relatif masih rendah.

Baca Juga: Akselerasi bisnis, Sinarmas MSIG Life dan Bank Sinarmas rilis Turnaround Project

Senada Chief Sharia Business Sun Life Indonesia Norman Nugraha menyatakan prospek asuransi syariah masih memiliki prospek yang besar di Indonesia.

"Pada kuartal pertama dan kedua 2020, walau dalam masa pandemi, jumlah pertumbuhan produk Syariah di SunLife mencapai mencapai 43%," ujar Norman.

SunLife mencatat pendapatan kontribusi premi netto syariah senilai Rp 30,62 miliar hingga Maret 2020. Nilai itu tumbuh 2,31% dibandingkan Maret Rp 29,93 miliar.

 

Artikel Asli