Kilas Balik Sejarah Sneakers yang Sudah Ditemukan Sejak Abad 19

LINE TODAY Dipublikasikan 03.22, 08/07/2020

Sneakers saat ini menjadi salah satu fashion item yang sangat populer dan ada dimana-mana. Mulai dari olahraga, budaya hingga musik, semua orang memakai sneakers karena nyaman dengan karet sebagai salah satu material utama.  

Buat kamu yang suka pakai sneakers, penasaran bagaimana awal mula sneakers dibuat sehingga akhirnya berkembang dengan pesat sampai hari ini? Keep scrolling down ya!

Abad 18 

Sneaker pertama kali ditemukan oleh Wait Webster pada abad ke-19. Sepatu ini dinamakan plimsoll, dengan sol karet yang tipis serta bahan kain yang cukup tipis diatasnya dan merupakan sepatu yang disukai untuk kegiatan aktif.  

1892

Pada tahun 1892, Goodyear merilis desain ulang sepatu plimsoll yang mereka sebut sebagai keds. Sepatu ini menampilkan sol karet tebal yang dilebur menjadi kain kanvas serta tali agar dapat memudahkan sang pemakai. 

1900-1920

Awal tahun 1900an, sepatu plimsoll masih populer untuk dipakai para atlet boxing dan juga atlet lari. Walaupun keds sudah didesain sejak 1892, baru pada tahun 1916 keds mulai populer dan dijual secara luas di Amerika Serikat. 

1920-an

Adolf Dassler di tahun 1920. Picture source: Ullstein bild Dtl (Vogue)

Pada awal 1920-an, dengan dukungan dari atlet dan pelatih basket terkenal Chuck Taylor, Converse varian All Stars mulai berkembang pesat. Di tahun 1925, Albert Hill dari Inggris memenangkan cabang lari 800 meter dan 1500 meter di Olimpiade Antwerp dengan mengenakan sepatu yang dirancang khusus untuk lari jarak pendek. Di tahun yang sama, Adolf "Adi" Dassler (pendiri Adidas) menciptakan sepatu lari modern pada tahun 1925. 

1930-an

Gaya sepatu kets yang populer inilah kemudian dikenal dengan nama sneakers. Berkat sol sepatu yang terbuat dari karet dan tidak membuat suara, sepatu ini memudahkan orang untuk menyelinap (sneak) dan tidak diketahui orang lain. 

Di tahun 1936, sepatu Adidas jadi sangat populer dan mendapat pengakuan yang besar ketika peraih medali emas Olimpiade olahraga cabang lari, Jesse Owens, memakai sepatu Adidas pada saat bertanding. Di tahun yang sama, Converse juga dipakai oleh tim basket Amerika di Berlin Olympics. 

1940

Adolf dan Rudolf Dassler. Picture source: elitereaders.com

Dassler brothers, Adolf dan Rudolf berpisah secara sengit di akhir 1940-an. Adolf “Adi” Dassler fokus ke Adidas sedangkan Rudolf Dassler akhirnya mendirikan Puma. 

1950

Marylin Monroe dan Keith Andes. Picture source: Bettmann

Pada tahun 1950-an, ada aturan busana yang cukup ketat di Amerika Serikat dimana perempuan harus mengenakan midi dress dan short heels sedangkan laki-laki harus memakai jas dan celana bahan. Namun, sejak Marilyn Monroe dan Marlon Brando mempopulerkan paduan celana jeans dan sneakers, casual style ini jadi semakin populer bahkan dipakai oleh para mahasiswa di AS. Di kalangan tertentu, style ini jadi sebuah simbol rebel atau pemberontakan, dimana mereka bersedia keluar dari dress code yang selama ini membatasi masyarakat. 

1960an

Tahun ini, Adidas merilis sepatu lari dengan paku di bagian sol sebagai daya tarik. Nama Adidas pun semakin laris dicari sebagai sepatu lari. Hal yang sama terjadi pada Converse Chuck Taylor All Stars, dimana orang dengan berbagai age group mulai memakai Converse, termasuk anak-anak. 

1970-an

Tahun 1976 Caitlyn Jenner (sebelumnya Bruce Jenner) memenangkan cabang decathlon Olympic tahun 1976 dengan memakai sepatu lari Adidas, membuat brand Adidas semakin populer. Di tahun ini, Nike kemudian muncul dengan konsep sepatu yang bertujuan untuk meningkatkan performa atlet dengan cara mengembangkan sol dengan pola seperti waffle, dimana sol ini dikembangkan secara khusus oleh pelatih atlet lari serta co-founder Nike, Bill Bowerman. Bill bahkan menuangkan karet ke dalam cetakan waffle milik istrinya untuk dapat menciptakan sol yang empuk dan pola waffle. 

1980an

Run DMC. Picture source: Michael Ochs Archives

Di tahun 1984, Nike Air Jordans diproduksi secara eksklusif untuk Michael Jordan dan menandai awal kolaborasi dengan sang atlet legenda. Saat itu, logo Air Jordan masih berbentuk bola basket. Karena sepatu Air Jordans yang sangat legendaris tersebut, Nike kemudian memfokuskan pemasaran untuk pasar sepatu olahraga. Di sisi lain, Adidas mulai mengeluarkan sepatu non-atletik yang digunakan sehari-hari. Salah satu cara Adidas memperkenalkan sepatunya ke pasar non-olahraga adalah berkolaborasi dengan grup musik ikonik pada waktu itu, Run-D.M.C. 

1990an 

Di tahun 90-an, Air Jordan sempat mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis. Hampir dibubarkan, ternyata Air Jordan XI membawa penjualan yang sangat besar untuk Nike. Nike kemudian membuat paten desain Air Jordan dan seperti yang kita tahu, Air Jordan menjadi sangat eksis sampai sekarang. 

Selain itu, sneakers yang tadinya hanya khusus didesain untuk berbagai kegiatan olahraga seperti lari, basket dan tenis, di tahun ini sneakers mulai dirancang sebagai fashion statement yang keren. Semakin besar sneakers seseorang, akan terlihat semakin keren. 

2000-an sampai sekarang

Custom sneakers menjadi tren yang sangat populer dan sneakerspun menjadi fashion statement yang wajib dimiliki. Brandsepatu juga semakin banyak melakukan kolaborasi dengan selebriti, sebagai salah satu langkah untuk menciptakan eksklusifitas antara fans dan para seleb. Dengan hanya merilis beberapa pasang sepatu per collection, pantas saja jika harganya selangit. Salah satu kolaborasi yang terkenal adalah Adidas Yeezy, sepatu yang didesain khusus oleh rapper Kanye West. Tahun 2019, Kolaborasi Nike dengan rapper Travis Scott yaitu Air Jordan 1 Retro High OG Travis Scott, menjadi kolaborasi yang paling ditunggu-tunggu. 

Adidas Yeezy Boost 350 V2 Black RF. Pict source: news.adidas.com
Air Jordan 1 Retro High OG Travis Scott. Pict source: stockx.com

Apa sepatu sneakers favoritmu? Yuk bagikan di kolom komentar ya!

Dapatkan inspirasi gaya dan riasan masa kini dari LINE TODAY Life

Lihat postingan ini di Instagram

Untuk kamu yang suka bergaya tomboi dan kasual, cukup dengan 5 must-have items ini kamu pun bisa tampil kece. Intip personal style @carinagatha yang boyish dan keren ini yuk! ⁠⠀ .⁠⠀ #LINETODAYLife #Fashion101 #Tomboy #stylish #fashion #boyish

Sebuah kiriman dibagikan oleh LINE TODAY LIFE (@linetoday.life) pada 8 Mei 2020 jam 5:02 PDT 

Artikel Asli