Kilas Balik 4 Letusan Sinabung Terdahsyat Setelah Tertidur 400 Tahun, Kali Ini Bikin Siang Segelap Malam

Boombastis.com Dipublikasikan 19.00, 10/08 • Orchid

Gunung Sinabung tercatat sudah lebih dari 7 kali erupsi sejak tahun 2010. Gunung api di dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara ini disebut tidak pernah meletus sejak tahun 1600. Namun sejak muntahan pertamanya di 1 dekade era 2000-an, ia menjadi gunung aktif di Indonesia.

Tanggal 8 Agustus 2020, Sinabung kembali erupsi. Situasi ini cukup pelik mengingat dunia dan Indonesia sendiri masih menghadapi pandemi. Pada geliatnya di tahun ini, Sinabung membuat siang hari di sekitarnya segelap malam.

Berikut ini Boombastis akan mengulas riwayat letusan Sinabung yang paling dahsyat sejak erupsi pertamanya.

Letusan pertama di Agustus 2010

Erupsi Sinabung 2010 [Sumber Gambar]

Inilah yang disebut sebagai letusan pencetus kembali aktifnya Sinabung setelah lama tertidur. Pada tahun ini, terjadi beberapa kali letusan dalam periode 7 April 2010-27 Agustus 2010. Beberapa di antaranya adalah letusan freatik dan memuntahkan magma. Kurun waktu yang panjang mengubah Sinabung dari tipe B menjadi tipe A, yakni gunung yang mengalami erupsi magmatik setelah tahun 1600. Di tahun yang sama pada September 2010, Sinabung sempat kembali batuk hingga menyebabkan debu vulkanis setinggi 5.000 meter di udara dengan letusan terdengar sampai radius 8 KM.

November 2013 erupsi hebat

Erupsi Sinabung 2013 [Sumber Gambar]

Pada tahun ini, Sinabung erupsi semakin menjadi-jadi. Kolom abu membumbung hingga 10.000 meter dengan awan panas yang meluncur ke lereng gunung hingga 1.500 meter. Dilansir dari Gema BNPB tahun 2013, aktivitas Sinabung sudah naik sejak 15 September dari Waspada level II menjadi Siaga level III. Kondisi ini sempat diturunkan lagi, namun menjadi perhatian khusus BNPB di bulan Oktober 2013 karena situasi yang masih fluktuatif. Di antaranya beberapa potensi seperti banjir lahar yang mengancam warga sekitar.

Mei 2016, awan panas maut Sinabung

Awan panas Sinabung 2016 [Sumber Gambar]

Pada tahun 2016, geliat Sinabung memakan korban. Hal ini karena erupsinya menyemburkan awan panas yang mengurung Desa Gamber (sekitar 4 KM dari puncak). Karena musibah awan panas ini, 7 orang menjadi korban meninggal dan 2 lainnya mengalami luka bakar. Di 2 tahun berikutnya, Sinabung rutin mengalami erupsi.

Juni 2019, luncuran awan panas mengganas dan tertinggi

Situasi Sinabung saat erupsi 2019 [Sumber Gambar]

Barangkali yang satu ini juga menjadi letusan terdahsyat, dengan semburan hingga 7 KM tingginya dan awan panas yang meluncur ke Tenggara dan Selatan lereng sejauh 3,5 KM. Dengan kawalan informasi dari Alm. Sutopo Purwo Nugroho yang saat itu masih sempat bertugas, warga diperingatkan akan potensi hujan abu hingga banjir lahar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam erupsi ini.

Yang terbaru, di tahun 2020 Sinabung erupsi dalam beberapa hari. Gunung yang tercatat sering erupsi di pertengahan tahun ini, meluncurkan abu hingga ketinggian 5.000 meter. Menurut beberapa dokumentasi warganet yang berada di sekitar lokasi, erupsi yang menyelimuti sekitar Sinabung ini bahkan mengubah sekelilingnya yang masih jam 10 siang, terasa seperti jam 10 malam.

#sinabung pic.twitter.com/xpcHsIHvPv

— Sekejap Dunia (@V8V9D) August 10, 2020

Artikel Asli