Khawatir Ricuh, BEM Malang Raya Tidak Ikut Demo Omnibus Law

Tagar.id Dipublikasikan 05.34, 20/10
Khawatir Ricuh, BEM Malang Raya Tidak Ikut Demo Omnibus Law

Malang - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya memutuskan walk out (WO) atau lepas dari gerakan Aliansi Malang Melawan (AMM) dalam aksi demonstrasi menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa, 20 Oktober 2020.

Mereka mengungkapkan keputusan tersebut sudah berdasarkan kesepakatan internal organisasi. Dia mengatakan karena bercermin pada kericuhan saat aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Kesepakatan internal BEM Malang Raya, teman-teman memutuskan untuk walk out dari Aliansi Malang Melawan.

"Unjuk rasa kami kemarin kan sebenarnya bersifat damai. Namun, kondisinya telah berubah hingga menjadi chaos (ricuh) itu," kata Koordinator BEM Malang Raya, Mahmud dalam keterangannya kepada wartawan.

Baca juga:

  • Demo Omnibus Law, 15 Wartawan Malang Alami Kekerasan Polisi
  • Wali Kota Malang Tunggu PP Terkait Omnibus Law 
  • Mahasiswa, Satpam dan Kuli Jadi Tersangka Demo Rusuh Malang

Berkaca pada aksi demonstrasi sebelumnya, dia mengaku tidak ingin masyarakat menjadi takut dan khawatir akan ada kericuhan serupa. Apalagi, dia menyampaikan masyarakat masih trauma akan kejadian demonstrasi pada Kamis itu.

Oleh karena itu, dia menyebutkan karena BEM Malang Raya sudah memutuskan untuk walk out dari Aliansi Malang Melawan. Dia memutuskan pihaknya tidak akan mengikuti aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja hari ini.

"Kesepakatan internal BEM Malang Raya, teman-teman memutuskan untuk walk out dari Aliansi Malang Melawan. Kami tidak akan turun ke jalan," tuturnya.

Meski demikian, Mahmud menjelaskan sekalipun pihaknya memutuskan walk out dari gerakan Aliansi Malang Melawan. Dia mengungkapkan BEM Malang Raya akan tetap konsisten menyerukan dan memperjuangkan aspirasi penolakan terhadap UU kontroversial itu.

Salah satu bentuknya, kata dia, BEM Malang Raya berencana akan melakukan aksi demontrasi serupa dalam waktu dekat ini dengan tuntutan Presiden menerbitkan Perppu untuk mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut.

"Dalam waktu dekat ini, kami berencana akan melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut hal tersebut," ujar mahasiswa Universitas Merdeka (UNMER) Malang ini.

Akan tetapi, Mahmud mengatakan seandainya ada individu mahasiswa di Malang Raya ikut aksi demonstrasi, dirinya tidak melarang. Tapi, harus siap menerima konsekuensi apapun saat berlangsung kegiatan aksi unjuk rasa.

"Kami tidak melarang untuk ikut aksi. Tapi, segala risiko dan konsekuensi ditanggung sendiri. Karena kami tidak bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang akan terjadi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, aksi demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja digelar kembali. Kurang lebih akan ada ribuan massa aksi datang dengan berfokus di titik perempatan Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Sedangkan untuk pengamanan aksi demonstrasi kalangan buruh, mahasiswa dan berbagai elemen lainnya. Kepolisian Resort Kota Malang kurang lebih mengerahkan tiga ribu aparat pengamanan gabungan TNI-Polri serta beberapa organisasi masyarakat (ormas) di Kota Malang. []

Artikel Asli