Keuntungan Xiaomi Anjlok 87 Persen

Suara.com Dipublikasikan 13.57, 21/08/2019 • Liberty Jemadu
Logo Xiaomi. (twitter/xiaomi)
Logo Xiaomi. (twitter/xiaomi)

Suara.com - Keuntungan Xiaomi turun drastis, merosot hingga 87 persen, pada kuartal II 2019, demikian dilaporkan South China Morning Post pada Rabu (21/8/2019).

Laba bersih Xiaomi di triwulan kedua 2019 hanya sebesar 2 miliar yuan, anjlok dari angka 14,6 miliar yuan di periode yang sama di tahun sebelumnya.

Meski keuntungan turun, namun pendapatan total perusahaan asal China ini naik 15%, dari 45,2 miliar yuan setahun silam menjadi 51,9 miliar yuan di tahun ini. Kenaikan itu dipicu oleh naiknya harga rata-rata ponsel yang dijual Xiaomi secara global.

Pendiri sekaligus Chairman Xiaomi Lei Jun mengaku optimistis untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak hingga akhir tahun 2019.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas dan investasi di riset dan pengembangan terutama di area 5G, kecerdasan buatan dan Internet of Things," terang Lei Jun.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Xiaomi sejauh ini sudah berinvestasi pada 270 perusahaan dengan nilai 28,7 miliar yuan. Selain itu Lei, juga akan memperluas wilayah pemasaran mereka.

Hasilnya pun sudah mulai terlihat. Dari total laba yang diperoleh Xiaomi di Q2 2019, 33,1 persen diantaranya berasal dari pasar luar China.

Pilihan Lei untuk berekspansi ke luar negeri sepertinya merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya di pasar dalam negeri, nasib Xiaomi kurang beruntung.

Pengapalan mereka turun 19 persen yang dicatat sebagai penurunan terbesar dibandingkan vendor yang sama-sama berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Artikel Asli