Ketua Umum FPI: Rizieq Shihab Itu Tokoh Nasional

Tempo.co Dipublikasikan 15.32, 11/11/2019 • Syailendra Persada
Seorang warga melintas di depan sebuah sepanduk dukungan untuk pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Syihab yang dipasang di jalan Rasamala, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, 13 Juni 2017.  National Central Bureau Interpol Indonesia mengembalikan berkas permohonan penerbitan red notice atau permintaan kepada Interpol di seluruh dunia untuk menangkap tersangka kasus dugaan percakapan berisi pornografi, Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya, karena ada sejumlah syarat yang belum lengkap. TEMPO/Imam Sukamto
Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis mengatakan pemerintah Indonesia melanggar HAM dengan mencekal Rizieq Shihab.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis mengatakan pencekalan Rizieq Shihab melanggar HAM. "Rizieq ini tokoh nasional," kata Sobri di Sekretariat DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat pada Senin, 11 November 2019.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube Front TV baru-baru ini, Rizieq menunjukkan surat pencekalan dari pihak pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi. Ia mengatakan karena surat pencekalan itu lah dia belum bisa kembali ke Indonesia.

"Bahwa HRS bukan tidak berani pulang, akan tetapi beliau terhalang oleh hambatan yang bersifat politis, yang bersumber dari pihak Indonesia," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif.

Selain itu, Slamet menuding pemerintah selalu mempersepsikan Rizieq sebagai musuh yang keberadaannya tak diinginkan di Indonesia.

Slamet mengklaim Rizieq sudah lama memegang surat itu. Namun, menurut dia, rizieq sengaja tak menunjukkan surat itu karena ingin menjaga martabat Indonesia dalam hubungan dengan pihak pemerintah Arab Saudi.

FPI, GNPF Ulama, PA 212, dan HRS Center pun meminta agar pemerintah Indonesia tidak menzalimi Rizieq Shihab. Mereka menuntut pemerintah mencabut cekal agar rizieq bisa kembali pulang.

Artikel Asli