Ketika Pandemi Berakhir, Apakah Mahasiswa Akan Terus Belajar Secara Online?

Trending Now! Dipublikasikan 10.00, 12/08/2020

Sejak wabah virus korona baru Covid-19 merebak di Indonesia, kehidupan para mahasiswa telah berubah drastis sebab menerapkan sistem belajar dari rumah. Selain kelas online, perguruan tinggi juga telah mengubah banyak aktivitas menjadi daring, mulai dari sidang skripsi hingga ujian saringan masuk.

Meski para mahasiswa mulai nyaman dan telah beradaptasi pada sistem belajar dari rumah, tak dipungkiri banyak dari mereka yang merindukan lingkungan kampus, seperti bertemu dengan teman, keramaian kantin, serta kegiatan ekstrakulikuler. Kini pun muncul pertanyaan, ketika pandemi usai, apakah kita akan kembali belajar di kampus?

Mendikbud Nadiem Makarim belum lama ini menyatakan sistem kelas online akan terus diterapkan karena menilai kegiatan belajar-mengajar dengan memanfaatkan teknologi akan menjadi hal yang mendasar seiring berjalannya waktu.

"Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi model hybrid. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi," kata Nadiem.

Source: pxfuel
Source: pxfuel

Beberapa dari perubahan ini bersifat sementara, tetapi yang lainnya mungkin permanen. Sebab, perubahan ini telah membawa sejumlah keuntungan bagi mahasiswa, salah satu yang utama adalah waktu yang lebih fleksibel untuk mengerjakan tugas sesuai kecepatan masing-masing.

Banyak mahasiswa juga dapat mengikuti kelas online dari universitas impiannya seperti Harvard secara gratis. Keuntungan lainnya, kelas online membuat pengeluaran mahasiswa berkurang karena tak perlu membayar biaya kost atau transportasi. 

Tetapi, efek jangka panjangnya bukanlah seluruh aktivitas kampus beralih secara total menjadi online, hanya saja perguruan tinggi kemungkinan besar akan terus menggabungkan aspek teknologi ke dalam kelas konvensional mereka.

"Kami tidak membayangkan situasi di mana kehidupan universitas telah berubah menjadi online sepenuhnya, tetapi kami melihat sektor pendidikan tinggi yang akan selamanya berubah akibat periode ini," ungkap Wakil Rektor Universitas Western Sydney Barney Glover.

Tantangan yang kini tengah dihadapi tenaga pendidik adalah merencanakan dan mendesain sistem pembelajaran online agar dapat lebih efektif, sebab mayoritas mahasiswa merasa mereka tidak mampu belajar secara efektif di kelas online ketimbang secara tatap muka langsung. Sistem belajar dari rumah telah membuat para dosen dan mahasiswa mengetahui betapa berharganya interaksi langsung di kelas. 

"Waktu yang dihabiskan mahasiswa di kampus dengan mengikuti seminar, rapat mengurus organisasi, dan kesempatan belajar lainnya di dunia nyata membantu memberikan pengalaman yang luas dan menarik, terutama perasaan menjadi bagian dari komunitas," kata Glover.

Source: pixabay
Source: pixabay

Publik menilai pihak universitas seharusnya melihat semester ini sebagai eksperimen untuk melihat kelas mana yang paling efektif disampaikan secara online. Banyak kelas pengantar lebih baik diajarkan melalui video ceramah yang disampaikan oleh dosen favorit disertai buku teks online, yang dapat dibagikan di antara institusi untuk menurunkan biaya pendidikan perguruan tinggi.

Sementara itu, mahasiswa yang merasa kelas lebih baik diadakan secara tatap muka, seperti seni pertunjukan atau yang membutuhkan praktikum di laboratorium, akan terus mengambilnya dengan cara itu.

***

Apakah kamu lebih memilih belajar di rumah atau secara langsung di kampus? Yuk share pendapatmu di kolom komentar!