Ketahui! Ini 5 Tanda Anak Mengalami Masalah Perilaku

Popmama.com Dipublikasikan 06.30, 19/11/2019 • Winda Carmelita
Pixabay/ambermb

Adalah hal yang wajar jika anak melanggar aturan sesekali. Menguji batasan adalah cara mereka mempelajari lingkungan sekitarnya, dan dirinya sendiri. Konsekuensi yang orangtua berikan pada anak akan mengajarkan mereka pelajaran yang berguna di kehidupan mereka kelak.

Namun, beberapa perilaku anak menunjukkan adanya masalah serius terkait kesehatan emosionalnya. Berikut Popmama.com merangkum 5 tanda perilaku anak yang menunjukkan adanya masalah kesehatan emosional, dilansir dari verywellfamily.com:

1. Kesulitan mengelola ledakan emosi

kidsinthehouse.com

Anak balita hingga usia prasekolah cukup sering mengalami tantrum sebagai bentuk ledakan emosi mereka. Meski sulit dikendalikan, tetapi tantrum merupakan hal yang cukup normal terjadi. Namun, pada anak yang lebih besar, seharusnya mereka sudah lebih bisa mengatasi perasaan mereka dengan cara yang lebih baik. 

Jika anak Mama tidak dapat mengendalikan amarah, frustrasi atau kekecewaannya sesuai dengan usianya, mungkin ia memiliki masalah emosional yang perlu mendapat perhatian khusus.

2. Kesulitan mengelola impuls

Unsplash/Ben White

Impuls merupakan dorongan spontan yang dilakukan seseorang dalam sadarnya. Kemampuan mengontrol impuls ini seharusnya semakin berkembang dengan baik seiring bertambahnya usia anak. 

Anak usia 6 tahun yang impulsif mungkin akan memukul orang lain jika tak mendapat apa yang diinginkannya. Tetapi, anak usia 12 tahun yang impulsif mungkin akan membagikan konten yang tidak pantas di media sosial tanpa memikirkan akibatnya. Oleh karena itu, jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda tidak mampu mengelola impuls dirinya, berarti ia sedang berada pada fase bermasalah dengan emosinya.

3. Mengabaikan kedisiplinan

Freepik

Anak-anak terus belajar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, beserta konsekuensinya. Hal yang normal bagi anak mengulangi kesalahan dari waktu ke waktu, untuk melihat respon orangtua tentang perilaku mereka. Tapi menjadi tidak normal jika seorang anak menunjukkan perilaku yang salah dan melanggar kedisiplinan berulangkali. Bila anak terus menunjukkan perilaku buruk yang sama, terlepas dari konsekuensinya, bisa jadi ini merupakan suatu tanda masalah.

4. Melukai diri sendiri dan berbicara tentang kematian

parentnetworkwny.org

Anak yang suka membenturkan atau memukul kepalanya sendiri, bermain dengan senjata tajam, melukai dirinya sendiri harus segera ditangani oleh profesional kesehatan mental. Meskipun belum mengarah ke tindakan fisik, tetapi anak yang suka membicarakan tentang kematian juga perlu secepat mungkin berkonsultasi oleh profesional karena dikhawatirkan akan berlanjut ke tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

5. Perilaku seksual yang tak sesuai dengan perkembangannya

Pixabay/Victoria_Borodinova

Anak-anak selalu punya rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang menyangkut seks. Misalnya, dari mana bayi berasal. Semakin bertumbuh besar, anak pun punya ketertarikan terhadap lawan jenis. Namun, jika mereka menunjukkan perilaku seksual yang tak sesuai umur (anak umur 12 tahun masih suka telanjang di sekitaran rumah), memaksa anak lain melakukan kegiatan seksual dan menunjukkan tanda-tanda obsesif, hal ini sudah mengarah ke kesehatan emosional dan mental yang bermasalah.

Masalah perilaku anak yang tergolong minor dapat diatasi dengan mengubah beberapa strategi kedisiplinan menjadi lebih efektif. Misalnya dalam kasus anak lalai mengerjakan pekerjaan rumahnya, Mama bisa menawarkan konsekuensi positif yang memotivasinya melakukan pekerjaan rumahnya. 

Masalah perilaku lebih serius memerlukan bantuan profesional. Jika Mama khawatir perilaku anak atau strategi kedisiplinan tidak bisa berjalan dengan baik, bicarakan dengan dokter atau psikolog.

  • Sebelum Dilabeli Anak 'Nakal', 5 Kondisi Psikologis Ini Perlu Dipahami
  • 5 Perilaku Orangtua Ini Bisa Menyebabkan Anak Alami Gangguan Bipolar
  • 5 Masalah Perilaku Anak yang Tidak Perlu Dikhawatirkan
Artikel Asli