Ketahui Bagian Payudara Paling Sering Dilihat dari Melacak Mata

Liputan6.com Diupdate 14.00, 05/12/2019 • Dipublikasikan 14.00, 05/12/2019 • Melly Febrida
Bra
Untuk Anda pemilik payudara dengan bentuk asimetris, gunakan bra khusus yang satu ini agar terlihat lebih proporsional. (Istockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Tak sedikit wanita yang memilih mengoperasi payudaranya. Sebenarnya, bagian payudara manakah yang paling sering dilihat pria dan wanita?

Untuk mengetahui jawabannya, para ilmuwan menggunakan teknologi pelacakan mata. Dari penglihatan para responden, akan terlihat dengan tepat bagian payudara yang paling banyak dilihat.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery. Sekitar 50 wanita dan 50 pria diminta untuk melihat gambar delapan jenis payudara wanita, dan mempertimbangkan estetika dan simetrinya. Payudara yang terkomputerisasi memiliki ukuran cup dan tingkat kendur yang bervariasi.

Untuk menghindari bias, para peserta tidak diberitahu gerakan mata mereka didokumentasikan sampai menyelesaikan latihan. Alat pelacak mata tersebut akan memetakan bagian payudara mana yang paling banyak dilihat peserta, dan untuk berapa lama.

Hasilnya menunjukkan para relawan lebih cenderung melihat payudara bagian bawah dan puting, dan untuk periode waktu yang paling lama.

 

Lihat Payudara

Video tutorial perbesar payudara dengan pasta gigi, apakah benar-benar terbukti bisa bikin lebih besar? (Ilustrasi: iStockphoto)

Rekan penulis Dr. Piotr Pietruski, profesor di departemen Bedah Plastik dan Rekonstruktif di Rumah Sakit W. Orlowski Memorial Polandia mengatakan istilah seperti 'kecantikan' atau 'estetika' itu bersifat subyektif.

Ini berarti tidak ada metode standar untuk menganalisis hasil estetika dan operasi payudara setelah operasi.

"Pendapat para profesional medis dan pasien mengenai daya tarik payudara seringkali sangat berbeda," kata Pietruski seperti dikutip News Week.

"Mungkin tampak jelas bahwa pendapat pasien harus selalu yang paling penting. Di sisi lain, persepsi subjektifnya tentang hasil mungkin dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pengalaman negatif dengan perawatan medis," kata Pietruski.

Namun, Pietruski mengakui gerakan mata tidak mengungkapkan pendapat peserta tentang payudara.

"Penelitian kami termasuk kelompok penilai yang relatif kecil dengan latar belakang budaya yang sama. Untuk memiliki dampak yang signifikan pada bidang bedah plastik, teknologi pelacakan mata membutuhkan sejumlah besar data untuk analisis dan perbandingan, "katanya.

Artikel Asli