Keseharian Pria yang Kafirkan Anggota Banser di Pondok Pinang

kumparan Dipublikasikan 08.27, 13/12/2019 • Ahmad Romadoni
Suasana di rumah ibu pelaku yang kafir-kafirkan banser NU, di Jalan Pondok Pinang II, Jakarta Selatan, Jumat (13/12). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

H kini sudah menjadi tersangka dan ditahan di Polres Jakarta Selatan. H harus berurusan dengan hukum karena mengadang anggota Banser dan mengkafirkannya. Videonya beredar luas di media sosial.

kumparan mendatangi rumah H di Jalan Pondok Pinang II, Jakarta Selatan, Jumat (13/12). Rumah kontrakan seluas 2 x 5 meter itu tampak sepi.

Pintu berwarna coklat itu tampak tertutup rapat. Meski banyak sandal berserakan di depan itu, tak ada satu pun orang yang ad adi dalam rumah.

Ketua RT 02, Husein, mengatakan rumah tersebut merupakan kontrakan ibu H. Kontrakan tersebut dihuni ibu, kakak, serta neneknya. Sedangkan pria berumur 30 tahun itu sudah tidak tinggal di sana semenjak menikah.

“Dia udah enggak tinggal di sini," kata Husein di lokasi, Jumat (12/12).

Suasana di rumah ibu pelaku yang kafir-kafirkan banser NU, di Jalan Pondok Pinang II, Jakarta Selatan, Jumat (13/12). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Husein mengatakan, rumah itu memang sepi sejak pagi. Ibu dan istri H sempat ada di rumah kontrakan itu, tapi kemudian pergi. Husein menduga, keluarga ke Polres Jakarta Selatan untuk menjenguk H.

Husein memang sudah jarang bertemu H. Dia juga tak tahu persis pekerjaan H. Yang dia tahu, H bekerja serabutan.

“Enggak tetap kerjanya sih setahu saya. Terakhir itu markir,” jelas Husein.

Tetangga mengungkapkan, H memang dikenal mudah tersulut emosi. Bila terkena masalah sedikit emosinya langsung meningkat.

“Enggak terkontrol emosinya, jadi gampang kalau dipancing. Kesenggol dikit emosi,” ujar perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Artikel Asli