Kesaksikan Pramugari Garuda Indonesia Soal Saktinya 'Simpanan' Ari Askhara

Haibunda Dipublikasikan 03.27, 13/12/2019 • Siti Hafadzoh

Kasus I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini. Setelah kasusnya menyelundupkan motor Harley Davidson dan sepeda brompton, kini publik menduga Ari memiliki wanita simpanan seorang pramugari di Garuda Indonesia.

Awalnya, kasus ini mencuat di media sosial Twitter. Akun Twitter @digeeembok mengungkapkan bahwa Ari Askhara memiliki wanita simpanan, seorang pramugari di maskapai Garuda Indonesia.

Diceritakan @digeeembok, sang wanita simpanan memiliki pengaruh besar dalam keputusan Garuda Indonesia. Termasuk memindahtugaskan para staf yang tidak dia sukai.

Salah satunya ketika pramugari tersebut meminta penanggung jawab area Osaka untuk mengantarnya ke rumah sakit dengan alasan berobat. Ternyata, keperluannya ke sana bukan hanya untuk berobat, tapi untuk operasi plastik.

"Ternyata bukan hanya untuk berobat saja, ada kebutuhan yg lebih penting, operasi plastik," tulis akun Twitter @digeeembok.

Namun, Jacqualine, salah satu pramugari yang juga anggota Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia tidak mengetahui hal ini. Jacqualine mengatakan bahwa ia tidak tahu pramugari tersebut ke rumah sakit untuk menjalani operasi plastik.

"Saya tidak tahu itu," kata Jacqualine dalam YouTube Official iNews.

Kabar lainnya menyebutkan, pramugari 'simpanan' Ari ini bisa membuat awak kabin lainnya tidak mendapat jadwal terbang. Alasannya sepele yaitu hanya karena tidak suka dengan orang tersebut. Misalnya, penanggung jawab Osaka yang menolak mengantarnya ke rumah sakit.

"Manager Area gak mungkin memberikan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadinya. Alhasil si gundik marah, mengadu ke baginda dan Manager Area Osaka di pulangkan ke jakarta no post dan disuruh jadi Office boy di Terminal 3 crew centre," kata @digeeembok.

Jacqualine membenarkan bahwa penanggung jawab Osaka itu akhirnya dipindahkan di Jakarta. Dari yang ia dengar, orang tersebut saat ini menjadi office boy (OB).

"Habis peristiwa Osaka itu penanggung jawab di Osaka itu akhirnya dipindahkan ke Jakarta dan non-job. Sekarang kalau infonya itu OB. Jadi OB di Jakarta. Tapi, dia sudah karyawan tetap sih," katanya.

Menanggapi isu wanita simpanan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa ini bukan ranah kementerian BUMN. Kasus ini adalah wewenang aparat hukum. Tapi, ia tetap akan mencegah terjadinya pelecehan seksual di BUMN.

"Tentu kita ke depan ya saya rasa nanti akhir tahun kita juga akan memastikan (pencegahan) sexual harassment kepada pegawai-pegawai perempuan yang ada di BUMN itu harus benar-benar kita tingkatkan," kata Erick dikutip dari detikcom.

Artikel Asli