Kesaksian Pengantin yang Viral karena Selamat saat Ledakan Lebanon

Suara.com Dipublikasikan 08.40, 06/08/2020 • Reza Gunadha
Israa Seblani, mempelai wanita yang selamat saat ledakan dahsyat di Lebanon.[YouTube/The Nation]
Israa Seblani, mempelai wanita yang selamat saat ledakan dahsyat di Lebanon.[YouTube/The Nation]

Suara.com - Pasangan yang saat ledakan di Beirut Lebanon sedang melakukan sesi foto prewedding mengaku senang masih diberi kesempatan hidup dan selamat dari insiden tersebut.

Menyadur Asia One,* Seblani, seorang dokter yang bekerja di Amerika Serikat dan suaminya, Ahmad Subeih sedang melakukan sesi foto prewedding* di dekat tempat kejadian ledakan dahsyat itu terjadi.

Beruntungnya mereka selamat, bahkan Seblani juga ikut membantu memeriksa yang terluka di dekatnya, sebelum mereka lari ke tempat yang aman.

"Saya telah mempersiapkan hari besar saya selama dua minggu dan saya sangat bahagia seperti semua gadis lainnya, 'Saya akan menikah'. Orang tua saya senang melihat saya dengan gaun putih, saya akan terlihat seperti seorang putri," katanya kepada Reuters.

"Apa yang terjadi selama ledakan di sini - tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata … Saya terkejut, saya bertanya-tanya apa yang terjadi, apakah saya akan mati? Bagaimana saya akan mati?" kata Seblani.

Di belakangnya, tumpukan kaca yang pecah dari jendela hotel tempat dia akan menginap berserakan, bersama dengan sisa-sisa rangkaian bunga yang menghiasi meja perjamuan.

Seblani tiba di Beirut tiga minggu sebelumnya untuk mempersiapkan pernikahannya.

"Kami mulai berjalan dan itu sangat menyedihkan, tidak bisa dijelaskan kehancuran dan suara ledakannya," kata Subeih saat mengingat kejadian ledakan tersebut." buka Sebalni.

"Kami masih syok… Saya belum pernah mendengar sesuatu yang mirip dengan suara ledakan ini,

"Saya merasa sangat sedih tentang apa yang terjadi pada orang lain, tentang apa yang terjadi pada Lebanon,

"Ketika saya bangun dan melihat kerusakan yang terjadi di Beirut, satu hal yang saya katakan adalah alhamdulillah kami masih hidup." ujar Seblani.

Setelah ledakan itu, dia dan suaminya mencoba menenangkan diri dan melanjutkan perayaan mereka.

"Suamiku menyuruhku untuk melanjutkan, kita tidak bisa berhenti. Saya baik-baik saja, kenapa tidak, kita lanjutkan. Saya berjalan, wajahku tersenyum, bibirku tersenyum, itu saja, tidak lebih. Lalu kami pergi makan malam." jelas Seblani.

Subeih mengingat saat memasuki hotel yang rusak pada hari Rabu untuk mengambil barang-barang dan paspor mereka.

"Kejadian di ruangan itu luar biasa," kata Subeih.

Subeih sedang menunggu visa Amerika Serikat sehingga dia bisa bergabung dengan istrinya di sana.

Seblani mencintai Lebanon, tetapi merasa bahwa setelah ledakan hari Selasa, tinggal di sana bukanlah pilihan. Dia masih berusaha menemukan kegembiraan dalam pernikahan yang telah lama dia persiapkan.

"Ada banyak kerusakan, banyak orang terbunuh dan terluka. Tetapi juga jika saya ingin melihat kami, diri saya sendiri, suami saya, fotografernya - bagaimana kami lolos tanpa cedera, saya bersyukur kepada Tuhan karena telah melindungi kami," ungkap Sablani.

"Ini saja membuat saya merasa optimis dan menjaga rasa kegembiraan saya." pungkasnya.

Artikel Asli