Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas Akibat Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Kompas.com Dipublikasikan 07.10, 12/07/2020 • Setyo Puji
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Dari pemeriksaan kasus kematian almarhum Hasan Afriandi asal Lampung, pekerja WNI yang tewas di kapal berbendera China Lu Huang Yuan Yu 118, Polda Kepri menetapkan satu orang tersangka. Satu orang tersangka itu yakni WNA asal China yang kesehariannya merupakan mandor di kapal Lu Huang Yuan Yu 118 tersebut.

KOMPAS.com - Kasus penemuan jenazah warga negara Indonesia (WNI) di kapal China, Lu Huang Yuan Yu 118 mulai terungkap.

Dari kesaksian ABK asal Indonesia yang didapat polisi, tewasnya korban atas nama Hasan Afriandi, pekerja asal Lampung tersebut karena diduga dianiaya sang mandor kapal berinisial S.

Dalam penganiayaan yang dilakukan, pelaku tidak hanya menggunakan tangan kosong, tapi juga besi, kayu, dan juga peralatan lain.

"Menurut para ABK asal Indonesia, korban Hasan Afriadi tewas juga karena disiksa oleh mandor kapal China tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Darmanto, Sabtu (11/7/2020).

Baca juga: Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Selain menyebabkan korban tewas, dalam pemeriksaan itu hampir seluruh ABK Indonesia yang bekerja di kapal tersebut juga sering mengalami kasus kekerasan.

Adapun masalahnya hanya karena sepele dan sengaja dibuat-buat oleh ABK China di kapal tersebut.

"Yang sering memukul mereka yakni mandor dan nahkoda kapal Lu Huang Yuan Yu 118," kata Arie.

 

Dengan adanya bukti permulaan dan ditambah keterangan saksi tersebut, Arie mengatakan, mandor kapal berinisial S saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski demikian, mandor tersebut belum dilakukan penahanan dan masih berada di atas kapal yang bersandar di dermaga Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam.

"Untuk saat ini tersangka S masih di atas kapal. Nanti apabila sudah proses penahanan, kita tinggal berkoordinasi saja dengan personel Lanal Batam yang berjaga di atas kapal tersebut," kata Arie.

Baca juga: Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kapal ikan asing berbendera China tersebut diamankan petugas gabungan di perairan Batu Cula, Selat Philip, Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (8/7/2020).

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas mendapat jenazah WNI atas nama Hasan Afriadi asal Lampung yang disimpan di dalam kotak pendingin ikan atau freezer.

Sedangkan WNI yang bekerja sebagai ABK di dua kapal itu tercatat ada sebanyak 22 orang.

Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana | Editor : Abba Gabrillin

Editor: Setyo Puji

Artikel Asli