Kerusakan akibat ledakan di Beirut melampaui US$15 miliar

Alinea.id Dipublikasikan 04.20, 13/08 • Valerie Dante
Kerusakan akibat ledakan di Beirut melampaui US$15 miliar
Ledakan mengguncang Ibu Kota Lebanon dan sekitarnya setelah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan terbakar.

Presiden Lebanon Michel Aoun pada Rabu (12/8), menyatakan kerusakan properti akibat ledakan besar di Beirut pada pekan lalu kemungkinan besar lebih dari US$15 miliar.

"Perkiraan awal dari kerugian yang diderita Lebanon melebihi US$15 miliar. Jumlah tersebut di luar kerusakan pelabuhan serta kebutuhan bahan bangunan untuk membangun kembali lingkungan yang hancur akibat ledakan," kata Aoun dalam percakapan telepon dengan Raja Spanyol Felipe VI.

Felipe menyampaikan, Spanyol telah mengirim bantuan darurat dan akan terus memberikan dukungan untuk membantu Lebanon bangkit dari peristiwa naas tersebut.

"Warga Spanyol menyatakan solidaritas dengan masyarakat Lebanon dalam menghadapi cobaan yang sedang mereka alami ini," kata Raja Felipe.

Sebuah pernyataan dari Direktorat Jenderal Keamanan Lebanon mengumumkan, sedikitnya 3.972 bangunan dan 4.214 kendaraan rusak akibat ledakan tersebut.

Ledakan itu mengguncang Ibu Kota Lebanon dan sekitarnya setelah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan terbakar. Setidaknya 200 orang tewas akibat peristiwa tersebut.

Gelombang kejut meratakan gedung-gedung di dekatnya dan menyebabkan kerusakan material yang luas di Beirut, menyebabkan sekitar 300.000 penduduk kehilangan tempat tinggal.

Ledakan tersebut terjadi ketika Lebanon menghadapi krisis ekonomi yang parah di tengah pandemik Covid-19. (Anadolu Agency)
 

Artikel Asli