Kerupuk, digemari dari Sabang sampai Merauke

Lokadata.id Dipublikasikan 05.08, 18/11/2019 • Anindhita Maharrani
Kerupuk, digemari dari Sabang sampai Merauke
Dari Sabang sampai Merauke, nyaris tidak ada Kabupaten yang tidak makan kerupuk. Bagaimanapun, soal makan kerupuk, Jawa juaranya.

KRIUK | Dari Sabang sampai Merauke, nyaris tidak ada Kabupaten yang tidak makan kerupuk. Bagaimanapun, soal makan kerupuk, Jawa juaranya. Jika secara nasional konsumsi kerupuk mencapai 0,83 ons per orang per bulan, Konsumsi di Jawa mencapai 0,98 ons per orang per bulan.

Penggemar kerupuk terbesar terdapat di Jawa Timur. Sumenep di ujung timur Pulau Madura punya rengginang lorjuk nan gurih. Dari Blitar, ada samiler yang terbuat dari singkong.

Konsumsi kerupuk di Jawa Timur.

Konsumsi kerupuk di Jawa Timur.

Menilik sejarahnya, kerupuk tercatat dalam prasasti Batu Pura eksis di Pulau Jawa sejak abad ke-9 atau ke-10. Kala itu kerupuk yang dikenal adalah jenis kerupuk dari kulit kerbau atau sapi.

Renyah kriuk kerupuk membuatnya digemari hingga kemudian menyebar ke berbagai wilayah, Sumatra, Kalimantan, hingga Papua. Masing-masing daerah punya kerupuk khas.

Meski bahan dan jenisnya serupa, biasanya kerupuk punya nama berbeda di tiap daerah. Rambak di Jawa, Jangek di Sumatra Barat. Kerupuk pasir dikenal juga dengan kerupuk melarat, dan lain-lain. Nama boleh berbeda, tapi ringan dan bunyinya sama. Kriuk.

Artikel Asli