Keras Bro! Disogok Mahasiswa, Dosen: Tidak Semua Bisa Dibeli dengan Uang

Suara.com Dipublikasikan 05.40, 11/08 • Dany Garjito
Ilustrasi dosen marah, guru marah. [Shutterstock]
Ilustrasi dosen marah, guru marah. [Shutterstock]

Suara.com - Cerita seorang mahasiswi yang mencoba menyuap dosen karena mendapat nilai E viral di sosial media. Sang dosen membeberkannya lewat Twitter lantaran saking geramnya dengan aksi nekat anak didiknya.

Dosen dengan akun Twitter @bu_karlin itu mengunggah tangkapan layar potongan percakaan WhatsApp saat seorang mahasiswi mencoba menyuapnya.

Mahasiswi itu mengeluhkan bahwa ia mendapat nilai E dalam mata kuliah yang diampu Bu Karlin.

Ia pun meminta bantuan sang dosen untuk meluluskannya dari mata kuliah itu.

"Sangat bisa Mbak. Silakan nanti ambil lagi mata kuliahnya di tahun depan & rajin masuk dan memenuhi tugas dan ujian. Kalau tahun depan masih kosong lagi, ya tetap saja," jawab dosen itu memberi solusi.

Namun, balasan selanjutnya dari mahasiswi itu di luar dugaan sang dosen. Ia menawarkan akan membayar dosen tersebut jika membantunya lulus mata kuliah.

"Memang saya yang salah tapi Bu, bisa mengerti saya kah? Kalau bayar gimana bu, saya minta dengan hormat Bu," tulis mahasiswi itu dalam pesannya.

Sang dosen lantas mencoba mengalihkan pembicaraan itu dengan menyuruh mahasiswinya membayar kepada kampus di semester selanjutnya.

"Iya kalau ngulang tahun depan memang membayar lagi," jawab Bu Dosen.

Mahasiswi itu lantas menjelaskan bahwa ia tidak mau mengulang mata kuliah lagi di tahun depan, sehingga dia menawarkan untuk membayar dosennya.

"Saya mohon sama Ibu, tolong bantu saya ya Bu. Harga berapa saya siap bayar kok Bu," pinta mahasiswa itu.

Sang dosen pun memberi jawaban telak atas permohonan mahasiswi itu. Ia mengingatkan agar mahasiswinya tidak selalu berorientasi dengan uang untuk menghargai sesuatu.

"Iya mungkin karena Anda kaya, jadi merasa apa pun bisa dibeli dengan uang.. termasuk nilai. Tidak semua bisa dibeli dengan uang, ingat kata-kata saya ini sampai kapan pun," jawab sang dosen sembari menyematkan emotikon senyum.

Mahasiswi mencoba menyuap dosen. (Twitter/@bu_karlin)

Dalam unggahan Twitter-nya, dosen tersebut mengaku nyaris terpancing emosi kepada mahasiswinya tersebut, namun ia mengurungkan untuk meluapkan amarahnya.

"Ingin saya telepon, sangat ini saya marahi tapi tidak saya lakukan karena tugas saya mendidik bukan memarahi," tulis Bu Dosen, Senin (10/8/2020).

Ia menjelaskan bahwa mahasiswi itu mendapat nilai E lantaran jumlah kehadirannya hanya 28.75 persen, sementara nilai tugas dan Ujian Tengah Semester (UTS) juga kosong.

Selain itu ketika Ujian Akhir Semester (UAS), sang dosen juga sampai harus menghubungi secara pribadi agar mahasiswi itu ikut ujian susulan.

Unggahan tentang mahasiswa menyuap dosen ini pun menuai beragam komentar warganet.

"Tiap mau chat dosen aja dipikir berkali-kali, sudah sopan belum. Pantas enggak ya tulisannya dikirim ke beliau. Eh, yang ini cengengas-cengenges dengan maksud buruk pula," komentar salah seorang warganet yang geram.

"Kalau muka pengin bagusan pakai uang enggak masalah, nilai E pengen bagusan mah perbaiki kesalahan bukan pakai uang. Nilai enggak sekadar muncul begitu aja sih biasanya, pasti ada sebabnya," imbuh warganet lain.

Tak jarang pula warganet yang salut kepada dosen karena tak tersulut amarah dan tetap konsisten dengan integritasnya tidak menerima suap.

"Terima kasih integritasnya Bu. Saya setuju, nilai yang kita dapat kadang tidak selalu direpresentasikan oleh angka atau hurup saat ini juga. Bisa jadi datang dalam bentuk kebaikan atau kesempatan di kemudian hari. Kalau dari awal saja sudah mencurangi nilai sendiri, sudahlah.." tulis warganet.

Artikel Asli