Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas, Pelaku: Saya Kesal karena Istri Sering Diintip dan Dipeluk-peluk

Kompas.com Dipublikasikan 13.20, 22/01/2020 • Candra Setia Budi
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Tersangka Suryadi (29) pelaku pembunuhan Muhammad Yusuf (51) yang tak lain adalah pamannya sendiri, saat menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan, Selasa (22/1/2020). Suryadi nekat membunuh pamannya, karena istrinya sering diintip korban saat sedang mandi.

KOMPAS.com - Suryadi (26), warga Desa Telok Payo Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), tega menganiaya pamannya sendiri bernama Muhammad Yusuf (51) hingga tewas.

Yusuf tewas setelah mengalami luka bacok di bagian kepala yang dilakukan keponakannya sendiri lantaran kesal istrinya sering diintip saat mandi dan dipeluk oleh korban.

Peristiwa berdarah itu terjadi di kebun kelapa miliknya yang berada di Desa Telok Payo , Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Minggu (19/1/2020)

"Paman saya itu tinggal di rumah sudah satu tahun. Saya kesal karena istri saya sering diintip dan dipeluk-peluk," katanya di Polda Sumsel, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Suryadi mengatakan, awalnya istrinya bercerita kalau pamannya sering mengintipnya saat sedang mandi di rumah. Bahkan, korban pun sempat memeluk istrinya dari belakang.

"Saya sempat tidak percaya, karena itu adalah paman saya sendiri," katanya.

Rasa penasaran pelaku akhirnya terungkap saat ia dan istrinya menuju kebun untuk membongkar rumah mertuanya.

Saat itu, ia melihat korban datang sembari membawa parang.

"Waktu saya lagi bongkar rumah di atas, saya lihat paman saya itu mendekati istri saya. Di situ aku langsung marah," ujarnya.

Baca juga: Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut, Pelaku: Saya Sakit Hati, Dikentuti Dua Kali

Dalam kondisi emosi, Suryadi dan Yusuf terlibat perkelahian.

Ketika parang di tangan Suryadi, ia menyerang korban hingga tewas di tempat. Pelaku bersama istrinya setelah itu langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Sementara itu, Direktur Reser Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfiani mengatakan, motif korban dibunuh akibat sakit hati.

Di mana, istri pelaku sering diintip ketika sedang mandi.

"Pelaku merasa istrinya dilecehkan, sehingga membunuh korban," jelasnya.

 

(Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Aprillia Ika)

Editor: Candra Setia Budi

Artikel Asli