Kepala SMPN 147 Bantah Siswinya Bunuh Diri Akibat Perundungan

Medcom.id Dipublikasikan 03.10, 19/01/2020 • https://www.medcom.id
suasana di rumah duka, siswi SMPN 147 Jaktim yang meninggal lompat dari lantai tiga gedung sekolah.

Depok: Kepala Sekolah Menanengah Pertama Negeri (SMPN) 147, Ciracas, Jakarta Timur, Nasrun membantah bunuh diri yang dilakukan salah satu siswinya berinisial SN, terkait adanya perundungan. 

"Setiap hari sekolah terus mengawasi dan membina untuk mencegah bullying di sekolah," kata Narsun.

Narsun mengatakan sekolah tidak menyangka SN melakukan percobaan bunuh diri di sekolah. aPALAGI SN seperti siswa pada umumnya tidak ada tanda-tanda yang mencolok dari kepribadiannya.

"SN sendiri dikenal sosok yang biasa saja dan seperti siswi pada umumnya," kata Narsun.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti rumah mendiang SN, siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147, Ciracas, Jakarta Timur yang meninggal setelah lompat dari lantai tiga gedung sekolahnya.

Jasad gadis berusia 14 tahun itu, tiba di rumah orang tuanya yang beralamat di Perumahan Griya Depok Asri Blok G5/10 sejak Kamis, 16 Januari 2020 kemarin. 

"Rencananya, hari ini akan disalatkan, dimakamkan di Pemakaman Pondok Rangon, Jakarta Timur," ucap Alex, Ketua RT 07 RW 25, Perumahan Griya Depok Asri di lokasi, Jumat, 17 Januari 2020.

SN selama ini tinggal bersama neneknya sejak ibunya meninggal. Alex mengatakan, berdasarkan penuturan ayahnya berinisial DI, korban meninggal dengan kondisi patah di bagian kaki setelah terjun dari lantai tiga gedung sekolah.

"Penyebabnya saya tidak tahu, tetapi yang jelas korban setelah terjatuh langsung dibawa ke RS Polri," katanya.

Alex tak mengetahui secara pasti mengenai keseharian korban semasa hidup, ayah korban juga belum lama tinggal di kompleks tersebut.

"Korban juga, saya belum pernah lihat langsung karena memang tinggalnya di Cibubur," jelasnya.

Terkait dugaan kematian korban akibat perundungan, Alex mengaku tidak mengetahui. Namun, diakuinya saat almarhumah dibawa ke rumah duka, ada anggota kepolisian yang datang.

"Jadi satpam bilang ke saya, semalam ada polisi yang datang juga. Kalau penyebab jatuhnya korban dari lantai tiga, saya tidak tahu. Adik-adik ayahnya yang meminta almarhum dibawa dan disalatkan di sini," tandasnya.

Keluarga almarhumah enggan memberikan keterangan. Pasalnya, saat ini kondisi keluarga masih berkabung.

"Nanti ya mas, kami masih berkabung," ucap seorang anggota keluarga.

Pantauan Medcom.id, karangan bunga mulai berdatangan ke rumah duka sejak pagi hari. Sejumlah pelayat juga mulai berdatangan dan memadati rumah satu tingkat tersebut. 

Seperti diberitakan sebelumnya, SN diduga nekat bunuh diri dengan melompat dari lantai tiga sekolah. Teman-temannya histeris melihat korban jatuh dan langsung dibawa ke rumah sakit. 

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jaktim, Gunas Mahdianto mengatakan aksi nekat yang dilakukan SN diduga akibat masalah keluarga, Ibunya belum lama ini juga meninggal.

 

Artikel Asli