Kenali Jenis-jenis Psikotes dan Trik Menjawabnya

LINE JOBS Dipublikasikan 03.00, 03/08/2019 • Demas Aryo

Psikotes atau tes psikologi merupakan tes untuk mengukur aspek-aspek individu dalam segi psikisnya. Dalam tes tersebut, hal yang diukur adalah kecenderungan perilaku seseorang. Psikotes lumrahnya berisikan berbagai soal yang menguji kemampuan kognitif dan afektif dari diri seseorang. Kognitif meliputi potensi kecerdasan pikiran atau IQ, sedangkan afektif meliputi kecerdasan emosional atau EQ. Tes psikotes merupakan salah satu tahapan seleksi kerja yang wajib anda ikuti ketika anda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

Banyak orang yang takut ketika menghadapi pisikotes karena memang, tes ini merupakan tes yang cukup sulit bagi sebagian orang. Anda mungkin termasuk salah satu orang yang pernah menghadapi tes psikotes dan gagal. Namun, jangan berkecil hati dahulu, karena banyak juga orang yang harus beberapa kali gagal dalam menjalani tes ini baru kemudian mereka bisa lolos. Kabar baiknya adalah psikotest ini bisa anda pelajari. Mereka yang berkali-kali gagal dan kemudian berhasil lolos, adalah karena mereka mau belajar dan berlatih mengerjakan soal-soal psikotes sebelum waktu tes tiba. Berikut merupakan psikotest yang umum sering digunakan dalam melamar pekerjaan:

A. Tes Kraepelin dan Pauli

Psikotes ini berwujudkan deret angka ke bawah. Pengerjaan soal ini, harus menghitung sesuai urutan angka dan menuliskannya di antara celah angka. Dalam pengerjaannya, Anda akan diberikan waktu yang terbatas. Tes Kraepelin dan Pauli menganalisis ketelitian, ketahanan, dan daya fokus seseorang dalam menghitung sejumlah angka. Ketika mengisi pertanyaan, carilah ritme yang tepat sehingga waktu dapat digunakan dengan baik. Hal yang paling penting dalam menjalani tes ini adalah fokus, konsentrasi yang kuat dalam menghitung runtutan angka.

B. Tes Logika Penalaran

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan Anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut. Tes ini menguji logika Anda ketika gambar-gambar ini diputar, beberapa bagian dihilangkan, dan beragam gerakan lainnya. Tugas Anda dalam tes ini adalah menjawab gambar mana yang sesuai dengan perintah gambar. Tes ini mempunyai waktu terbatas sehingga Anda harus menghemat waktu dalam menjawab setiap soal dan ketelitian dalam melihat gambar pada skala kecil maupun besar.

C. Test Wartegg

Terlihat sekilas nama tes yang satu ini agak lucu didengar. Namun sebenarnya dinamakan test wartegg karena penemunya yang bernama Ehrig Wartegg seorang psikolog yang berasal dari Jerman. Tes Wartegg berbentuk delapan kolom yang telah terlebih dahulu terisi garis, titik, ataupun lengkungan dan tugas peserta psikotes adalah melanjutkan menggambar dari setiap kolom. Tes ini berguna untuk menganalisis imajinasi, motivasi, dan kondisi emosional peserta psikotes. Disamping itu, tes ini menguji alur berpikir individu. Sebaiknya Anda mengerjakan tes dalam kondisi yang prima, tidak lupa berkonsentrasi penuh namun tetap relaks dan jangan terburu-buru. Jika mengerjakan tes ini, usahakan kertas ujian Anda dalam kondisi bersih. Selain itu, jika Anda seorang lelaki yang akan memulai mengerjakan tes ini, sebaiknya jangan memulai dari kotak nomor 5. Karena dalam ilmu psikologis, kemungkinan yang mengerjakan dari kotak nomor 5 memiliki kelainan seksual. Setelah itu, sebaiknya kerjakan test yang satu ini secara berurutan atau jangan terlalu berantakan. Misal 1-2-5-4-3-6-8-7. Yang terakhir, pahami makna dan arti dari tiap pola terlebih dahulu.

D. Tes Analog Verbal

Berbeda dengan sebelumnya, tes ini dilakukan untuk mengukur kemampuan logika Anda terhadap sebuah permasalahan. Tes psikologi analog verbal biasanya terdiri dari kata-kata antonim, sinonim ataupun analog suatu kata. Ada beberapa macam jenis dari soal analogi verbal. Jenis-jenis analogi verbal yaitu mencari sinonim, antonim, dan kelompok padanan kata yang tepat. Biasanya, jenis psikotes ini kerap muncul dalam sesi psikotes lho! Untuk cara pengerjaannya cukup mudah yakni selalu berkonsentrasi dan selalu gunakan logika Anda pada saat pengerjaanya. Selain itu soal dari tes ini relatif sama di setiap psikotes.

E. Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Test ini dapat dipergunakan untuk rentang rumur 16-85 tahun dan memerlukan waktu 45 menit untuk pengerjaannya. Setiap butir soal terdiri dari dua pernyataan (yang keduanya tidak salah maupun benar), mewajibkan Anda memilih salah satu penyataan yang paling menggambarkan diri Anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang. Perlu diingat, semua soal harus Anda jawab walaupun diantara pilihan itu tidak menunjukkan diri Anda yang sebenarnya. Karena dalam tes ini tidak ada jawaban yang benar atau salah, melainkan setiap jawaban akan menunjukkan kepribadian yang sebenarnya. Tujuannya sendiri, tes EPPS yakni untuk bisa menyaring orang-orang yang memiliki kepribadian sesuai dan pastinya diharapkan perusahaan itu sendiri.  Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar.

F. Tes Logika Aritmatika

Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisis Anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut. Jenis tes ini berfungsi untuk mengukur kemampuan analisis dan pemahaman Anda mengenai pola dan kecenderungan sesuatu. Anda diminta melakukan prediksi dan mengisi kelanjutan pola yang diberikan misalnya dengan mengurutkan atau mengelompokkannya. Tentunya jenis tes psikologi yang satu ini sangat berguna hasilnya untuk perusahaan. Karena, dengan diketahuinya kemampuan calon karyawannya dalam menganalisis dan memahami pola tertentu, perusahaan bisa mendapatkan karyawan yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Jangan hanya terfokus saja pada deret hitung atau deret ukur dalam perhitungan, sebaiknya Anda lihat semua angka dengan sisi pandang yang lebih luas. Karena di dalam soal deret angka yang panjang, 3 sampai 5 angka yang Anda lihat tidak menjamin bisa memberi jawaban dengan benar. Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.

Pola menjawab di atas tentunya akan sangat membantu dalam menghadapi ujian psikotes ke depannya. Percaya diri dan optimisme yang tinggi juga harus Anda miliki setiap akan menghadapi psikotes. Karena, persiapan fisik dan mental dalam menghadapi soal psikotes juga tidak akan sempurna tanpa rasa percaya diri. Sugesti yang diberikan dari rasa percaya diri yang Anda miliki tentunya akan membawa dampak positif pada saat pengerjaanya. Bagi Anda yang sudah siap menghadapi psikotes diatas, yuk mulai sekarang cari kesempatan Anda untuk bekerja di perusahaan idaman Anda lewat LINE Jobs!

LOWONGAN REKOMENDASI

1. Marketing Executive (Sumut & Aceh) - PT Pegadaian (Persero)

2. Community Officer - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah)

3. Outlet Crew (Prabumulih) - PT Richeese Kuliner Indonesia (Richeese Factory)