Kenali 4 Tipe Cairan Pelumas untuk Sesi Bercinta yang Lebih Bergairah

kumparan Dipublikasikan 11.47, 10/08 • kumparanWOMAN
Ilustrasi bercinta dengan cairan pelumas agar lebih intim dan bergairah. Foto: Shutterstock

Ladies, tahukah Anda bahwa salah satu masalah yang membuat bercinta menjadi kurang nikmat adalah kondisi vagina yang kering. Akibatnya, berhubungan seks pun menjadi tidak maksimal dan kita sulit untuk mendapatkan kepuasan.

Karena ituah, banyak pasangan yang mengandalkan cairan pelumas untuk menambah kenikmatan dan kepuasan bercinta. Menurut studi yang dilakukan oleh Indiana University Amerika Serikat, 70 persen perempuan atau sekitar 2400 perempuan yang menjadi objek penelitian mengatakan bahwa cairan pelumas membuat seks lebih terasa nyaman dan nikmat.

Cairan pelumas terbagi menjadi beberapa jenis tergantung dari preferensi masing-masing pasangan. Ada empat yang paling umum digunakan, yakni berbahan dasar air, silikon, minyak dan bahan alami. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kegunaan masing-masing cairan pelumas, simak ulasan berikut ini.

1. Berbahan dasar air (water-based)

Ilustrasi Cairan Lubrikasi. Foto: dok. Shutterstock

Dikenal sebagai cairan pelumas 'serbaguna', pelumas berbahan dasar air ini dapat digunakan dalam hampir semua aktivitas seksual bersama pasangan, termasuk juga ketika Anda ingin menggunakan sex toys berbahan dasar silikon. Sex and Relationship Therapist asal New York City, Carli Blau, mengatakan bahwa cairan pelumas berbahan dasar air ini dapat mengurangi risiko kerusakan kondom, baik yang berbahan latex mau pun non latex.

Banyak pasangan yang menyenangi cairan pelumas water-based ini karena tidak membuat kulit iritasi, mudah larut di air dan tidak menempel pada seprai. Sebaiknya, pilih cairan pelumas yang tetap bisa mempertahankan keseimbangan pH vagina.

2. Berbahan dasar silikon (silicon-based)

Ilustrasi Cairan Lubrikasi. Foto: dok. Shutterstock

Cairan pelumas berbahan dasar silikon cocok digunakan untuk Anda yang memiliki kulit sensitif. Silikon bersifat hypoallergenic (tidak aka membuat alergi) dan mampu bertahan lebih lama alias tidak perlu dioleskan berulang kali. Pilihlah silikon yang bahannya berkualitas agar bisa digunakan berulang kali.

Namun satu hal yang perlu diperhatikan, pelumas berbahan dasar silikon dapat merusak permukaan kulit sex toys yang juga berbahan silikon. Selain itu, sex toys Anda menjadi kurang higienis karena akan berpotensi timbul bakteri.

"Jika Anda sering menggunakan sex toys saat bercinta, sebaiknya pilih pelumas water-based agar lebih aman," tutur Carli Blau seperti dikutip dari Health Line.

3. Berbahan dasar minyak (oil-based)

Ilustrasi Cairan Lubrikasi. Foto: dok. Shutterstock

Bila Anda dan pasangan adalah tipe orang yang tak ingin direpotkan dengan penggunaan pelumas yang berulang-ulang, mungkin Anda bisa menggunakan pelumas berbahan dasar minyak. Cairan pelumas ini multifungsi karena juga bisa digunakan untuk memijat tubuh dan relaksasi sebelum bercinta.

Namun sayangnya, pelumas berbahan dasar minyak dapat membuat kondom latex cepat robek atau bolong karena terlalu licin. Selain itu, pelumas oil-based juga sering kali dikaitkan dengan tingkat infeksi vaginosis (bakteri pada vagina) yang lebih tinggi, sulit dibersihkan dan cenderung menodai seprai atau pakaian.

4. Pelumas alami

Lidah buaya Foto: Pixabay

Selain pelumas berbahan dasar air, silikon dan minyak, ada juga pelumas alami yang muncul sejak beberapa tahun terakhir. Pada dasarnya, pelumas alami adalah pelumas yang memiliki kandungan bahan alami seperti lidah buaya atau minyak kelapa, vegan, bebas paraben, dan tidak berbau.

Sayangnya, minyak kelapa agak sulit dibersihkan dan berpotensi membuat kondom cepat rusak atau robek. Selain itu, nodanya pun menempel di seprai.

Hal yang harus diperhatikan saat memilih cairan pelumas

Saat memilih cairan pelumas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pilihlah pelumas yang bisa menyeimbangkan kadar pH di dalam vagina yang umumnya berada di angka 3.5 hingga 4.5.

Selain itu, perhatikan juga bahan kandungannya. Hindari pelumas yang mengandung bahan-bahan glycerin, nonoxynol-9, petroleum, propylene glycol, dan chlorhexidine gluconate karena dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada vagina. Pilih juga pelumas yang bebas paraben, glycerin dan petroleum untuk meminimalisir infeksi vagina.

Artikel Asli