Kementan: Izin BPOM Eucalyptus Antivirus Covid-19 Sebatas Jamu

Jawapos Diupdate 07.10, 06/07 • Dipublikasikan 14.10, 06/07 • Estu Suryowati
Kementan: Izin BPOM Eucalyptus Antivirus Covid-19 Sebatas Jamu

JawaPos.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan terkait produk Eucalyptus antivirus Covid-19 yang dikembangkan. Banyak pihak mempertanyakan kebenarannya sebagai penangkal Covid-19.

Seperti diketahui, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan mengembangkan Eucalyptus menjadi lima produk antara lain kalung aromatherapy, minyak roll on, balsem, oil diffuser, dan inhaler.

Namun, baru tiga produk yang memperoleh nomor paten Badan POM yakni kalung aromatherapy, minyak roll on, dan inhaler. Kepala Balitbangtan Kementan Fadjry Djufry pun menyampaikan, izin paten yang diperoleh dari BPOM hanyalah sebagai produk jamu.

“Izin dari BPOM memang tidak menyebut antivirus, karena memang harus melalui tahapan. Izin edar ini jamu,” kata Fadjry dalam konferensi pers virtual, Senin (7/6).

Fadjry menjelaskan, pihaknya tidak pernah overklaim atas Eucalyptus sebagai antivirus. Pihaknya terbuka atas saran masukan terhadap hal tersebut.

Ia mengaku, produk tersebut memang belum dapat dipatenkan menjadi obat atau pun vaksin karena harus melalui tahapan yang lebih tinggi yaitu Obat Herbal Terstandar (OHT) hingga uji klinis yang panjang.

Namun, menurutnya Eucalyptus ini punya potensi membunuh virus Covid-19. “Kalau mau sampai ke level fitofarmaka ya tentunya melalui uji in vitro, uji praklinis, klinis, dan sebagainya,” ucapnya.

baca: Uji in Vitro Kementan: 80 Persen Virus Korona Mati dengan Eucalyptus

Meskipun demikian, pihaknya menyebut, secara uji laboratorium, eucalyptus berpotensi untuk membunuh Covid-19 termasuk H5N1 dan influenza. “Makanya itu klaim produk kami ini memang sebatas apa yang menjadi izin dari BPOM,” tukasnya.

Artikel Asli