Kemenkeu: Indonesia Punya Reputasi Pengelolaan Utang yang Baik

Merdeka.com Dipublikasikan 11.11, 06/08

                Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman. ©2019 Merdeka.com
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki reputasi pengelolaan utang yang baik. Hal tersebut dilihat dari kemampuan Indonesia mempertahankan rasio utang sebesar 30 persen PDB.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki reputasi pengelolaan utang yang baik. Hal tersebut dilihat dari kemampuan Indonesia mempertahankan rasio utang sebesar 30 persen PDB.

"Sebelum pandemi, Indonesia itu punya reputasi yang sangat baik. Di sisi fiskal, rasio utang kita hanya 30 persen PDB," ujar Luky dalam diskusi daring, Jakarta, Kamis (6/8).

Luky mengatakan, dengan adanya modal kepercayaan tersebut ketika di masa pandemi Indonesia dipercaya investor meskipun banyak melakukan relaksasi belanja. Tidak hanya fiskal, kebijakan moneter Indonesia juga dikenal sangat prudent.

"Itu diapresiasi oleh investor. Mereka percaya bahwa Indonesia nggak akan ugal-ugalan melakukan relaksasi seperti itu. Kebijakan moneter juga Indonesia dikenal sangat prudent dan hati hati," paparnya.

Mudahkan Indonesia Cari Pinjaman

Dia menambahkan, modal besar tersebut menjadi pegangan bagi Indonesia apabila suatu saat nanti membutuhkan tambahan bantuan. Apalagi masih dibutuhkan berbagai terobosan untuk meredam dampak penyebaran Virus Corona.

"Itu modal yang sangat bagus saat kita menghadapi kondisi Covid-19 seperti saat ini. Yang membutuhkan berbagai terobosan, masih terkontrol dalam koridor yang dianggap prudent," tandasnya.

Artikel Asli