Kembali Sekolah, Siswa SD yang Bolos 4 Bulan dan Kecanduan Game Online

Kompas.com Dipublikasikan 10.33, 21/11/2019 • Kontributor Magetan, Sukoco
KOMPAS.COM/SUKOCO
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto yang langsung mendatangi rumah siswa kecanduan game online. Demi bermain game online siswa AD membolos hingga 4 bulan.

MAGETAN, KOMPAS.com –  AD (12) siswa kelas 6 SDN Banjaranjang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai kembali masuk sekolah setelah sekitar 4 bulan bolos sekolah karena kecanduan game online.

Kepala Dinas Pendidikan Magetan Suwoto mengatakan, meski siswa mulai kembali mengikuti pelajaran di sekolah, pihaknya akan tetap memberikan pendampingan konseling maupun psikologi.

Hal itu agar siswa bisa sembuh total dari ketergantungan terhadap game online.

“Tetap ada pemantauan dan pendampingan guru BK, kita carikan yang tahu tentang psikolog,” ujar Suwoto, Rabu (21/11/2019).

Kompas.com sepat berbincang dengan AD.

Dia mengaku sudah hampir 5 tahun tak bertemu dengan orangtuanya yang merantau ke Kalimantan mencari nafkah dengan berjualan bakso.

Untuk berkomunikasi, biasanya orangtua AD yang akan menelepon.

”Sudah 5 tahun belum pulang. Paling ditelepon,” kata AD.

Game favorit hingga bangun tengah malam

AD mengaku kecanduan game online sejak setahun terakhir, setelah memiliki ponsel android.

Dia mengaku mencari game perang yang disukainya dari Play Store.

Meski beberapa temannya ada yang suka mengajak bermain, dia memilih menyendiri di dalam kamar untuk bermain game online.

“Pertama main Mobile Legend, sampai sekarang masih main. Kalau sekarang suka main Dry Fire,” kata AD.

AD mengaku awal kecanduan game online hanya berani membolos sekolah dua hari dalam seminggu. 

Namun, lama kelamaan karena butuh lebih banyak waktu untuk menaikkan peringkatnya, dia bermain hingga larut malam.

Akhirnya, AD berani membolos sekolah lebih lama dari biasanya.

Bahkan, agar bisa bermain game online, dia berani tidak masuk sama sekali ke sekolah.

"Habis lebaran kemarin saya enggak masuk sekolah,” ucapnya.

Main game tengah malam karena internet lancer.

AD mengaku lebih suka bermain pada saat tengah malam. Sebab, jaringan internet lebih lancar pada jam-jam tersebut.

Sejak kecanduan game online, AD mengaku jarang keluar dari kamar tidur.

Untuk membeli pulsa, AD meminta kepada neneknya. Dalam sehari, dia mengaku menghabiskan pulsa Rp 27.000 untuk bermain.

Rindu sekolah dan matematika

AD mengaku rindu dengan aktivitas sekolahnya dan pelajaran matematika yang digemari.

Dia mengaku nilai matematikanya termasuk paling bagus di sekolah.

“Saya suka pelajaran matematika. Cukup bagus sih nilai saya di sekolah,” kata AD.

Selain memberikan pendampingan konseling maupun psikolog, pihak SDN 1 Banjarpanjang berusaha meminta kepada orangtua AD agar bisa pulang menjenguk anaknya.

Kepala SDN 1 Banjarpanjang Eko Purnomo mengatakan, orangtua AD mengaku akan berusaha pulang untuk menjenguk anaknya tersebut.

“Kemarin kita telepon, Bapaknya berusaha pulang, tapi masih berusaha mengumpulkan ongkos. Maklum, butuh biaya yang tidak sedikit untuk pulang,” ujar Eko.

Penulis: Kontributor Magetan, SukocoEditor: Abba Gabrillin

Artikel Asli