Kemaluan Mahasiswa Unitas Palembang yang Tewas Dianiaya 3 Senior Sempat Ditendang, Kaki Diikat dengan Tambang

Kompas.com Dipublikasikan 02.15, 12/11/2019 • Kontributor Ogan Komering Ilir, Amriza Nursatria
AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG
Ketiga tersangka R, IK dan KI melalkukan reka adegan saat kegiatan diksar menwa tanggal 16 Oktober lalu yang menyebabkan Muhammad Akbar meninggal dunia karena dugaan tindakan kekerasan para tersangka

INDRALAYA, KOMPAS.com - Reka ulang kasus tewasnya seorang mahasiswa di Palembang, Sumsel,  Muhammad Akbar saat mengikuti Diksar Menwa pada 16 Oktober lalu, digelar, Senin (11/11/2019).

Reka adegan diikuti oleh tiga tersangka, puluhan saksi baik peserta maupun panitia, dan korban yang diperankan olen peran pengganti.

Jaksa penuntut dari Kejari Ogan Ilir dan penasihat hukum tersangka, serta keluarga korban juga turut dihadirkan menyaksikan reka adegan itu.

Puluhan personel polisi yang berseragam maupun pakaian sipil mengawal proses reka adegan yang disaksikan Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi.

Baca juga: Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Mengikuti Diksar Menwa, Tetapkan 3 Tersangka hingga Minta Dihukum Mati

Saat dilakukan reka adegan, terlihat jelas adanya tindak kekerasan dengan memukul dan menendang korban oleh tiga tersangka, R, IS, dan KI.

Ketiga tersangka merupakan anggota senior Menwa dari Universitas Taman Siswa (Unitas).

Akibat tindakan itu, Muhammad Akbar terjatuh dan terguling ke tanah, sehingga harus mendapat perawatan dari panitia kegiatan.

Dalam adegan lain, terlihat juga salah satu tersangka menendang kemaluan korban dari belakang saat korban hendak beraktivitas di pagi hari.

Korban bahkan sempat terguling di lapangan sambil memegang kemaluannya saat  merasa kesakitan.

Ada juga adegan kaki dan tubuh korban diikat dengan tali tambang oleh salah satu seniornya.

Namun, menurut pelaku yang mengikat, tindakan itu dilakukan untuk meluruskan kaki korban yang keram dan tidak bisa berjalan.

Aksi kekerasan tidak hanya dilakukan oleh ketiga tersangka, sejumlah mahasiswa lain yang merupakan senior dan panitia, terlihat turut melakukan kekerasan sehingga potensi jumlah tersangka bertambah.

“Dari rangkaian kegiatan yang sama-sama kita saksikan, kita bisa melihat gambaran fakta real di lapangan. Kita juga undang kejaksaan untuk melihat langsung fakta-fakta di lapangan tersebut,” kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, Senin.

Kasat Reksrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin mengatakan, dari rekan adegan yang dilakukan, sangat mungkin tersangka kasus kekerasan yang menyebabkan Muhammad Akbar tewas akan bertambah.

“Kemungkinan tersangka bertambah iya, tapi berapa jumlahnya belum bisa kami sampaikan. Dari rekonstruksi ini kita dapat gambaran,” ujar Malik.

Baca juga: Mahasiswanya Jadi Korban, Unitas Palembang Minta Ada Evaluasi Diksar Menwa

Seperti diberitakan, seorang mahasiswa dari Universitas Taman Siswa Palembang tewas saat mengikuti kegiatan diksar Menwa di Desa Tanjung Baru Ogan Ilir, pada 16 Oktober.

Dari hasil penyidikan, polisi menetapkan tiga tersangka yang merupakan senior korban. 

Penulis: Kontributor Ogan Komering Ilir, Amriza NursatriaEditor: David Oliver Purba

Artikel Asli