Kelebihan Generasi Alfa, Anak yang Lahir Tahun 2010-2025

Kompas.com Dipublikasikan 11.34, 22/11/2019 • Dian Reinis Kumampung
Pexels
Ilustrasi

KOMPAS.com— Membesarkan generasi alfa, yakni anak yang lahir pada tahun 2010-2025 memang tak mudah. Mereka cenderung begitu akrab dengan teknologi, dan mudah beradaptasi di tempat baru.
Menurut psikolog Liza M Djaprie si anak generasi alfa ini memiliki kelebihan khusus yang tak dimiliki generasi lainnya.
1. Lebih digitally savvy
Mereka akan lebih cepat menangkap pelajaran melalui komputer atau kelas yang aktif. Hal itu membuat mereka lebih senang.
2. Keahlian mereka lebih terspesialisasi
Dari kecil, anak-anak generasi ini sudah tampak kelebihannya, misalnya si kecil sangat terlihat kelebihannya di bidang seni, sementara orangtua masih sangat konservatif di mana anak pintar adalah anak yang memiliki nilai yang bagus dalam mata pelajaran.
“Ini akibat eksposur internet sejak kecil. Jadi dia bisa menentukan kira-kira minatku di mana. Minatnya sudah super terspesialisasi,” kata Liza dalam Indonesian Women’s Forum 2019 di Gandaria City Hall, Jakarta Selatan, Kamis(21/11/2019).

Baca juga: Menghadapi Ulah Anak 2 Tahun yang Sering Bikin Frustrasi Orangtua
3. Lebih cepat terpapar informasi
Karena mereka akrab dengan internet, mereka juga lebih banyak memiliki informasi tentang dunia luar, termasuk hal-hal yang tidak ada di sekitarnya, seperti kutub atau luar negeri.

4. Punya kesempatan untuk tumbuh menjadi individu yang kritis dan informatif
Orangtua yang memiliki anak dari generasi alfa, diharapkan tidak kaget dengan pertanyaan-pertanyaan kritis si kecil. Orangtua justru harus membekali diri dengan informasi agar bisa membimbing anak.
5. Mereka lebih akan punya pengaruh terhadap lingkungannya
Bila anak dari generasi alfa dibesarkan dengan baik, mereka akan sangat peduli dengan lingkungannya. Kepeduliannya bahkan mampu memberi perubahan yang berarti dan ini sangat berbeda dengan generasi yang lain.
6. Mereka akan jauh lebih flexible
Mereka sangat mampu beradaptasi di lingkungan yang beragam.
7. Mereka akan nyaman dengan artificial intellegence dan telemedicine
Akan ada masanya mereka akan berkomunikai dengan dokter melalui email, berobat hanya melalui komputer, dan lebih suka bertanya kepada internet tentang segala hal.

8. Mereka adalah calon calon digital master and creative enterpreneur
“Jika mereka diizinkan untuk tumbuh berkembang, tanpa norma-norm yang terlalu kaku,” ujar Liza.

Baca juga: Agar Pertengkaran Orangtua Tak Meninggalkan Luka pada Anak

Penulis: Dian Reinis KumampungEditor: Lusia Kus Anna

Artikel Asli