Kejar Penjambret, Aksi Emak-emak Ini Malah Tewaskan 2 Orang

Keepo.me Diupdate 07.04, 11/12/2019 • Dipublikasikan 05.15, 11/12/2019 • Dea Dezellynda

Berniat kejar penjambret malah tewaskan dua orang

Emak-emak pengendara motor memang selalu menjadi perhatian khusus karena sering mengendara dengan sembrono. Seperti yang dilakukan oleh emak-emak bernama Lukmina asal Probolinggo ini. Ia baru saja dijambret saat menuju pasar dengan mengendarai motor matic.

Keberaniannya mengejar penjambret itu justru menewaskan seseorang yang ia bonceng dan satu pengendara motor tak bersalah. Lukmina diduga ngebut hingga membuat kekacauan lalu lintas hingga membuat dua orang meninggal dunia.

1.Kronologi penjambretan

www.tribunnews.com
www.tribunnews.com

Peristiwa penjambretan itu terjadi pada hari Minggu (8/12/19) lalu saat Lukmina (44) membonceng seorang tetangganya, Satria (70) menuju pasar. Saat itu Lukmina membawa sejumlah uang yang ditaruh di tasnya untuk membayar daging.

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (8/12/19), sesampai di jalan Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Lukmina dan Satria yang sama-sama warga Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok dijambret seseorang.

Uang yang akan digunakan membayar daging dibawa kabur penjambret. Lukmina yang sempat syok kemudian langsung memacu kecepatan motornya untuk mengejar penjambret. Bukannya berhasil menangkap penjambret, Lukmina justru membuat kekacauan di jalan setelah menabrak pengendara sepeda motor hingga meninggal dunia.

2.Tewaskan dua orang

www.tribunnews.com
www.tribunnews.com

Kecelakaan itu terjadi tepatnya di sebuah tikungan perbatasan kota Kabupaten Probolinggo. Akibat ngebut, kendaraan yang ditabrak Lukmina terpental dan membuat Satria yang sudah renta meninggal di tempat. Sementara itu, salah seorang pengendara motor, Arvin Arizone, sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

“Satria meninggal di lokasi. Sedangkan Arvin meninggal di RSUD dr Mohammad Saleh saat dievakuasi. Lukmina mengalami patah tulang lengan. Penjambret melarikan diri,” ujar Satlantas Polres Probolinggo Kota, Bripka Yeri Mugiarto.

Seorang keponakan Lukmina, Fatur, mengungkapkan jika keluarga kaget mendengar musibah tersebut. Fatur tak mengetahui berapa uang yang dijambret sehingga bibinya itu sampai nekat mengejar pelaku.

“Enggak tahu berapa uang yang dijambret. Rencananya bibi Lukmina mau ke pasar. Tahu-tahu saya dapat kabar dia kecelakaan, Satria dan pengendara motor asal Lumajang meninggal dunia,” ujar Fatur.

3.Kejar penjambret hingga tewas

Kompas.com
Kompas.com

Peristiwa serupa juga pernah terjadi di Palembang pada bulan Agustus lalu. Seorang ibu muda dijambret hingga berakhir tragis. Saat itu, korban, Lidia Septiani (36) hendak mengejar pria yang menjambretnya. Nahas, motor Lidia justru ditabrak pelaku hingga terjatuh dan meninggal dunia.

"Nah di saat mengejar itu, diduga motor adik saya diterjang pelaku sampai dia jatuh dan mengalami luka parah," ucap kakak korban, Radius.

Kesedihan diungkapkan suami Lidia, Andre Pranama (37), usai mendengar peristiwa tersebut merenggut nyawa sang istri. Ia mengaku sangat terpukul karena Lidia juga meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil.

"Kami punya dua anak yang masih kecil. Paling besar umur 7 tahun dan paling kecil umur 4 bulan,"ujar Andre.

Keberadaan jambret dan begal di Indonesia sendiri masih marak terjadi. Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada dan berhati-hati terlebih jika membawa barang berharga.

Artikel Asli