Kejadian 120 Tahun Lalu Terulang, Bayi Perempuan di AS Lahir dengan 2 Mulut

Liputan6.com Diupdate 01.00, 02/06 • Dipublikasikan 01.00, 02/06 • Fitri Syarifah
ilustrasi bayi
Ilustrasi Foto Kematian Bayi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Seorang bayi perempuan di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (AS) terlahir dengan dua mulut. Laporan kasus tersebut dirilis pada Mei 2019 di BMJ Journals oleh dokter dari Medical University of South Carolina.

Dilansir dari Foxnews, dokter yang memeriksakan kehamilan menemukan adanya gumpalan pada dagu bayi melalui USG pada trimester ketiga kehamilan.

Awalnya dokter mendiagnosis kista kongenital dan displasia fibrae, serta ada juga yang mendiagnosis sebagai teratoma (tumor langka yang berkembang menjadi organ atau jaringan seperti rambut, otot atau gigi) saat melihat luka-seperti jaringan berkembang di tulang bayi. Namun saat bayi lahir, akhirnya ditemukan bahwa si bayi memiliki duplikat rongga mulut, dengan kata lain "mulut kedua".

"Gumpalan tersebut terdiri dari bibir lain, (bahkan mulut kedua tersebut memiliki) 6 gigi, dan terdapat lidah kecil yang bergerak seirama dengan mulut utama saat menyusui," ujar dokter dalam studi kasus tersebut.

Karena sang bayi lahir dengan sehat tanpa menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan pernapasan, akhirnya dokter memutuskan untuk mengoperasinya saat ia berusia 6 bulan untuk menyingkirkan gumpalan tersebut.

Setelah dioperasi, memang terdapat pembengkakan di lokasi sayatan karena penumpukan cairan, tetapi tak lama menunjukkan sembuh sendiri dan bayi menyusu dengan baik. Selain itu, dokter mencatat adanya kerusakan saraf kecil di bibir bawahnya. Namun menurut penelitian dalam laporan jurnal BMJ, tidak ada perawatan lebih lanjut yang diperlukan.

 

Terjadi lagi sejak 120 Tahun Lalu

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/omar lopez

Dokter menjelaskan bahwa kondisi duplikasi fitur wajah atau diprosopus (dikenal juga sebagai duplikasi kraniofasial) sangat jarang terjadi, hanya 35 kasus yang tercatat dalam literatur medis sejak tahun 1900 atau dalam 120 tahun terakhir.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi pada bayi kembar yang lahir di Sydney, Australia, pada 2014 dengan satu tubuh dan satu kepala tetapi dua wajah identik. Namun bayi tersebut tak mampu bertahan dan meninggal setelah 19 hari sejak lahir.

Ada juga kasus serupa di India tahun 2008, seorang bayi yang lahir dengan duplikasi wajah lengkap. Ia memiliki dua pasang mata, dua hidung, dan dua mulut, tetapi hanya satu pasang telinga. Namun pada akhirnya ia pun meninggal karena komplikasi setelah berusia 2 bulan sejak dilahirkan.

Artikel Asli