Kebiasaan 'Akting' pada Anak, Begini Cara Mengatasinya Ma!

Popmama.com Dipublikasikan 05.00, 13/12/2019 • Amelia Putri
Unsplas/Jordan Whitt

Saat orangtua tidak memenuhi keinginan anak, seringkali si Kecil melakukan ‘akting’ untuk mendapatkan perhatian. Dengan harapan, Mama dan Papa bisa luluh hatinya dan menuruti permintaan mereka.

Misalnya, anak akan merengek, berteriak, bahkan menangis ketika sesuatu yang mereka minta tidak dipenuhi orangtua. Perilaku tidak baik ini kemudian akan berdampak menjadi kebiasaan yang bisa saja susah dihilangkan.

Orangtua mungkin tidak akan tega, tetapi selalu memenuhi permintaan anak dapat berdampak pada pertumbuhan karakter. Anak akan mudah menuntut atau tidak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan karena selalu dituruti.  

Padahal, orangtua mungkin memiliki alasan tersendiri sehingga tidak menuruti keinginan sang anak. Selain bersikap tenang dan tetap sabar menghadapi situasi ini, berikut Popmama.com berikan tips cara mengatasi kebiasaan ‘akting’ si Kecil yang dikutip dari TheAttachedFamily:

1. Hadapi dengan tenang

Unsplash/Alex Bocharov

Hal utama ketika menghadapi si Kecil pada kondisi ini adalah dengan bersikap tenang.

Anak pasti bertindak karena berbagai alasan, bukan karena mereka tidak menyukai keputusan orangtua.

Maka, tetap kendalikan diri Mama dan Papa untuk menghindari tindakan-tindakan negatif yang bisa membuat anak trauma.  

2. Hindari perdebatan

Unsplash/Patrick Fore

Berdebat dengan anak hanya akan memperkeruh suasana dan tidak menyelesaikan apapun.

Cobalah untuk mengalihkan perhatian pada sesuatu yang tidak terkait dengan apa yang membuatnya marah atau menawarkan anak pilihan antara dua opsi.

3. Bicara dengan suara pelan

Unsplash/Jens Johnson

Hidari berbicara dengan suara tinggi atau berteriak ketika anak tidak mendengarkan atau melakukan hal yang orangtua inginkan.

Sebaliknya, anak akan lebih banyak mendengarkan dan memerhatikan ketika diajak bicara dengan suara pelan dan lembut.

Cobalah untuk berbicara dengan sedikit berbisik ketika Mama dan Papa ingin si Kecil benar-benar mendengarkan.

4. Berikan peraturan yang jelas

Unsplash/Sai De Silva

Peraturan yang jelas akan membantu anak memahami dengan tepat mana batasan untuk perilakunya.

Arahkan mereka untuk tetap disiplin pada aturan dan jelaskan mengapa anak harus menaati peraturan tersebut.

Hal ini akan membantu anak  mengendalikan diri.

5. Ajari anak menangani emosi mereka

Unsplash/Alexander Dummer

Penolakan biasanya menyebabkan emosi negatif. Pada masa-masa balita atau prasekolah biasanya memiliki emosi yang belum stabil. Anak juga belum mengerti bagaimana cara mengendalikan hal tersebut.

Sebagai orangtua, Mama dan Papa perlu membantu anak belajar mengidentifikasi emosi.

Beri tahu mereka juga cara untuk mengekspresikan emosi dengan tepat.

6. Ajari anak bersikap tenang

Unsplash/Sai De Silva

Ketika anak belajar mengidentifikasikan emosinya sendiri, mereka juga perlu belajar bagaimana menenangkan dirinya sendiri.

Dorong rasa percaya diri anak bahwa mereka bisa mengendalikan diri.

7. Ciptakan suasana positif

Unsplash/Jonathan Daniels

Menciptakan suasana positif akan membawa hubungan orangtua dan anak ke arah yang baik.

Hal sederhana yang dapat membantu terciptanya suasana positif, misalnya menghias rumah dengan pernak-pernik berwarna cerah.

Selain itu, menjaga hubungan keluarga dari emosi negatif juga berpengaruh karena anak cenderung mudah meniru perilaku orang lain.

Kini, Mama dan Papa dapat menghadapi si Kecil dengan lebih baik. Semoga 7 cara di atas dapat diterapkan dan bermanfaat, ya. 

  • Dapat Diketahui Sejak Dini, Ini Dia 7 Tanda Autisme pada Anak!
  • Jangan Langsung Kesal Ya Ma, Tantrum Ternyata Punya Manfaat Baik Lho
  • Hanya Mama Hebat yang Berani Terima Tantangan dari Bebelac, Berani?
Artikel Asli