Ke Korbannya, Pengelola Biro Umrah di Banyumas Juga Janjikan Investasi Jual Beli Benda Antik

Kompas.com Dipublikasikan 11.44, 15/12/2019 • Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain
KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Dani Hadiwinata menunjukkan kwitansi uang yang diinvestasikan kepada suami pengelola pondok pesantren sekaligus pengelola biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Selain dugaan penipuan umrah, pasangan suami istri pengasuh pondok pesantren di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, juga diduga melakukan penipuan dengan modus investasi.

Dani Hadiwinata, salah seorang calon jamaah umrah mengungkapkan, awalnya ia tergiur dengan investasi yang ditawarkan oleh suami pengasuh ponpes.

Ia menyerahkan uang total sekitar Rp 23 juta untuk usaha jual beli benda antik.

"Investasi benda antik, jual beli samurai katanya," kata Dani saat ditemui di sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).

Baca juga: Tak Kunjung Diberangkatkan, Belasan Calon Jemaah Umrah Geruduk Kantor Biro Perjalanan di Banyumas

Namun hingga saat ini, Dani tidak pernah diberi uang hasil keuntungan jual beli.

Akhirnya, sebagai ganti uang yang telah diserahkan, Dani rencananya akan turut diberangkatkan ibadah umrah bersama calon jemaah yang lain.

"Saat menagih janji investasi, akhirnya saya dimasukkan jemaah umroh, tapi ternyata umrah mundur-mundur terus. Saya kontak biro umroh yang jadi mitra, ternyata tidak ada nama yang masuk, apalagi biaya, jadi agenda umroh 127 orang semua tidak terealisasi," ujar Dani.

Dani menyebut, tidak hanya dirinya yang menanamkan investasi.

Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat banyak orang dari beberapa kota yang menyerahkan uang untuk investasi dengan jumlah yang bervariasi.

Baca juga: Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Kerugian Diduga Rp 1 Miliar

Nomor HP jemaah diblokir pemilik biro umrah

"Sekarang sudah tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan. Nomor HP saya sudah diblokir, nomor-nomor jemaah yang lain juga diblokir, katanya masih ada calon jamaah yang nomornya tidak diblokir, tapi enggak ikut ke sini orangnya," kata Dani.

Diberitakan sebelumnya, korban dugaan penipuan sebuah biro perjalanan umroh di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, diperkirakan lebih dari 100 orang.

Selain warga Kabupaten Banyumas, mereka juga berasal dari beberapa kabupaten lain di Jawa Tengah.

Adapun total kerugian dari para calon jamaah umrah diperkirakan mencapai hampir Rp 1 miliar.

Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar ZainEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli