Kata Saddil Ramdani Soal Insiden di Laga Timnas U-23 Vs Myanmar

Tempo.co Dipublikasikan 17.42, 07/12/2019 • Nurdin Saleh
Pesepak bola timnas U-23 Indonesia Saddil Ramdani (kanan) menguasai bola dengan dikawal pesepak bola U-23 Mohamad Mehdi Mehdikhani (kiri) dalam laga persahabatan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 16 November 2019. ANTARA
Pemain Timnas U-23 Saddil Ramdani mengaku sempat emosi saat pertengahan pertandingan melawan Myanmar.

TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Timnas U-23 Saddil Ramdani mengaku sempat emosi saat pertengahan pertandingan melawan Myanmar karena sangat berambisi sekali membawa Indonesia masuk final SEA Games 2019.
"Bukan karena kesal atau apa, tapi keinginan saya masuk final itu begitu besar," kata Saddil di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu.
Ia bersyukur Indonesia akhirnya lolos ke final SEA Games 2019 lewat pertandingan dramatis.
"Alhamdulillah karena berkat rahmat Allah kami bisa memenangi pertandingan malam ini. Kami sangat bersyukur karena semua pemain bekerja keras terutama senior kami Evan Dimas yang bekerja keras dan mengatur tempo di lini tengah," kata mantan pemain Persela Lamongan ini.
Mengenai Myanmar yang sempat menyamakan 2-2, Saddil menilai hal itu dimungkinkan karena faktor yang ada di dalam lapangan.
"Saya tidak kecewa, tetapi kaget saja mereka bisa langsung menyamakan skor 2-2. Saya tidak tahu kenapa, mungkin kurang komunikasi," kata pria kelahiran 2 Januari 1999 itu.
Dalam laga yang berakhir 4-2 untuk Indonesia itu, Saddil sempat adu mulut dan sedikit dorong-dorongan dengan pemain Myanmar, namun dicegah rekan-rekan satu timnya.
Indonesia memastikan diri ke partai puncak SEA Games 2019 berkat dua gol Evan Dimas, dan masing-masing satu gol dari Egy Maulana Vikri dan Osvaldo Haay.
Pertandingan final akan berlangsung Selasa (10 Desember) di Stadion Rizal Memorial, Manila, pukul 20.00 waktu setempat, melawan pemenang laga Vietnam versus Kamboja.

Artikel Asli