Kata Gubernur Sumbar soal Kedatangan Seratusan WN China

kumparan Dipublikasikan 03.38, 26/01 • Irwanda Saputra
Para turis asal Kunming, China keluar dari pintu kedatangan internasional Bandara Internasional Minangkabau. Foto: Irwanda/langkan.id

Sebanyak 150 wisatawan mancanegara asal Kunming, China, berwisata selama lima hari di Sumatera Barat. Mereka akan mengunjungi objek wisata di beberapa daerah di Sumatera Barat di antaranya Kota Pariaman, Bukittinggi, Padang, hingga Kabupaten Tanah Datar dan Pesisir Selatan.

Sebelumnya, para wisatawan ini mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Minggu (26/1), sekitar pukul 06.45 WIB. Turis itu didatangkan oleh PT Marawa Coeporation yang mengandeng biro perjalanan PT Coco's Tour Indonesia.

Meskipun maraknya isu virus Corona di China, namun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap mendukung kedatangan para wisatawan ini untuk menggenjot pendatang daerah. Para turis juga telah terbukti tidak terpapar virus mematikan tersebut setelah dilakukan pemeriksaan yang ketat di bandara.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan kedatangan para turis ini telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya isu virus Corona mencuat. Kedatangan mereka juga dampak upaya pemerintah keindahan alam Sumatera Barat ke Tiongkok.

"Jadi perencanaannya dan penjajakan-penjajakan cukup lama juga. Baru ini jadi, karena rencananya baru siap oleh beberapa travel. Dan pada kesempatan ini kita masih menjual beberapa paket yang ada di Sumatera Barat untuk dibeli atau didatangi oleh mereka," ujar Irwan diwawancarai usai menyambut ratusan wisatawan China tersebut.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Foto: Irwanda/langkan.id

Menurut Irwan, perkembangan pariwisata sangat penting. Apalagi, Sumatera Barat memiliki sumber daya alam yang terbatas. Mendatang para wisatawan mancanegara negara, menjadi salah satu upaya mensejahterakan masyarakat.

"Yang paling banyak menguntungkan yaitu melalui pariwisata. Sehingga kota-kota dan kabupaten di manapun pariwisata yang tinggi, kemiskinan berkurang," kata dia.

Terkait ancaman virus Corona, Irwan mengklaim bahwa kesehatan para turis telah diuji dan diperiksa secara ketat. Menurutnya, dari ratusan wisatawan itu, jika terpapar, tentu pemerintah telah melakukan pencegatan dari jauh-jauh hari.

"Tentu Kementerian Luar Negeri atau dubes terkait tidak memberikan visa untuk masuk ke Indonesia. Kalau seandainya diberikan visa, maka boleh. Kalau boleh kita di daerah tidak bisa menolak, orang datang cukup syarat," ungkapnya.

Pemeriksaan ratusan turis asal asal Kunming, China mengunakan alat thermo di Bandara Internasional Minangkabau. Foto: Irwanda/langkan.id

Hal yang sama juga diutarakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Alwis. Ia mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki alasan untuk tidak menerima para wisatawan yang datang ke Sumatera Barat.

"Mungkin kita tahu dan mendengar bahwa sedang marak virus Corona dan virus memang berasal dari negara wisatawan kebetulan hari ini berkunjung ke Sumatera Barat. China ada beberapa provinsi, ini tamu yang datang dari Kunming," ujarnya.

Alwis mengungkapkan pemerintah tentu memiliki kepentingan terhadap wisata. Karena potensi untuk meningkatkan pendapatan anggaran daerah bisa melalui kunjungan wisata.

"Tentu kita tak punya alasan untuk tidak menerima (wisatawan) sepanjang isu (virus) tidak memang dibawa ke sini. Tentu mereka sudah SOP. Dari sana mereka sudah screening dengan alat pendeteksi sejak keberangkatan," tegasnya.

"Begitupun di pesawat, sampai di BIM. Insyallah terjamin, karena jaminan ini diberikan petugas kesehatan kita yang sudah ahlinya bisa mendeteksi virus yang kita khawatirkan," sambung Alwis.

Artikel Asli